Korban Penipuan Apartemen Sipoa Tagih Janji Yusril Beri Bantuan Hukum

Ihya' Ulumuddin · Kamis, 20 September 2018 - 19:11 WIB
Korban Penipuan Apartemen Sipoa Tagih Janji Yusril Beri Bantuan Hukum

Para korban penipuan Apartemen Sipoa Group berunjuk rasa di depan kantor PN Surabaya, Kamis (20/9/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Ratusan korban penipuan Apartemen Sipoa Group kembali berunjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (20/9/2018). Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Bawah menagih janji mantan menteri hukum dan hak asasi manusia (menkumham) Yusril Ihza Mahendra untuk membantu menuntaskan kasus tersebut.

Para korban berharap Yusril memberikan bantuan hukum agar mereka bisa mendapatkan kembali haknya. Keinginan ini disampaikan mengingat kasus Sipoa tak kunjung tuntas. Sampai saat ini, para korban masih menunggu putusan hukum dengan cemas.

“Kami ingin Pak Yusril mendampingi. Kami sudah menunggu lama proses hukum ini berjalan. Namun, kami sebagai korban belum puas dengan pendampingan kuasa hukum,” kata koordinator aksi Muhammad Aldo.

BACA JUGA:

Ratusan Korban Penipuan Apartemen Sipoa Hadang Yusril di PN Surabaya

Polda Jatim Siap Usut Tuntas Kasus Dugaan Penipuan Sipoa Group        

Beri Cek Kosong, Manajemen Sipoa Group Dilaporkan Warga ke Polda Jatim

Pria yang juga korban penipuan proyek Apartemen Sipoa Group ini sangat berharap Yusril bisa membantu para korban mendapatkan hak mereka. Dengan bantuan Yusril, mereka berharap bisa mendapatkan kembali uang yang sudah telanjur diberikan untuk membeli apartemen dan menjebloskan pelaku ke penjara.

“Saya rasa Pak Yusril adalah pengacara profesional yang namanya sudah besar. Saya yakin hasilnya akan maksimal,” ujarnya.

Aldo mengatakan, dirinya telah membayar Rp600 juta untuk pembelian Apartemen Sipoa Group di Sidoarjo. Namun, sampai sekarang belum juga ada realisasi apartemen yang dijanjikan.

Dia ingin perjalanan kasus hukum tersebut tak hanya menyentuh jajaran pemilik perusahaan Sipoa Group, tetapi juga seluruh jajaran manajemen dan direksi. “Bosnya harus ditangkap. Kami juga ingin hak-hak kami dikembalikan 100 %. Tanpa potongan apapun,” ujarnya.

Aldo mengaku perjuangannya bersama para korban tidak akan berhenti. Mereka akan terus menuntut keadilan. “Karena itu, hari ini kami kembali turun ke jalan.  Kami juga meminta Pak Yusril menepati janji,  mendampingi kami,” katanya.

Para korban mengatakan, mereka menggelar aksi itu karena mendengar kabar Yusril akan datang ke Surabaya untuk mendampingi kliennya dalam kasus Pasar Turi. Pekan lalu, Yusril menemui para korban penipuan Apartemen Sipoa Group. Saat bertemu para korban, dia berjanji untuk membantu dalam proses hukum.

Sementara proses hukum terhadap kasus ini sedang berjalan di PN Negeri Surabaya. Dua orang direksi PT Sipoa Group, Klemens Sukarno Candra dan Budi Santoso menjadi terdakwa atas dugaan perkara penipuan dan penggelapan.


Editor : Maria Christina