Korban Tewas Nonton Drama Surabaya Membara Jadi 3 Orang, 7 Luka-Luka

Ihya' Ulumuddin ยท Jumat, 09 November 2018 - 22:26 WIB
Korban Tewas Nonton Drama Surabaya Membara Jadi 3 Orang, 7 Luka-Luka

Sejumlah penonton drama kolosal Surabaya Membara terjatuh dari viaduck dan terlindas kereta. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Jumlah korban tewas insiden drama kolosal "Surabaya Membara" di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, Jatim, Jumat (9/11/2018) bertambah. Tiga orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat terlindas kereta dan terjatuh dari viaduck setinggi kurang lebih lima meter.

Belum diketahui identitas korban dan masih diidentifikasi petugas di lokasi kejadian. Seluruh korban baik tewas maupun luka kini sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Sebelumnya, korban tewas dalam insiden itu satu orang dan dua lainnya luka-luka.

Petugas Command Center Pemkot Surabaya, Erica mengatakan, dua dari tiga korban itu tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. “Ya, ada tiga korban meninggal. Dua orang di lokasi dan satu orang di rumah sakit,” kata Erica kepada iNews.id, Jumat malam.

Sementara data berbeda diungkapkan Kanit Laka Polsek Bubutan, Ipda Sigit Ekan. Menurut dia, jumlah korban tewas dua orang dan tujuh luka-luka.

BACA JUGA: 3 Orang Jatuh dari Viaduck saat Nonton Drama Surabaya Membara, 1 Tewas

Berdasarkan rekaman video amatir, peristiwa itu terjadi saat penonton asyik menonton drama dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan di perlintasan kereta api viaduck Tugu Pahlawan. Tak berselang lama, kereta api melintas.

Laju kereta sejatinya cukup pelan, lantaran banyak penonton duduk di perlintasan. Namun, kondisi viaduck yang sempit membuat penonton yang bergerombol kesulitan menghindar. Sehingga mereka pun tejatuh. "Mereka berdesakan. Begitu ada kereta, semua menepi. Tetapi karena sempit akhirnya terjatuh," kata Bejo, salah seorang penonton.

Untuk diketahui, acara drama kolosal digelar dalam rangka peringatan Hari Pahlawan. Drama ini menceritakan pertempuran 10 November antara Arek-Arek Suroboyo dengan tentara sekutu.


Editor : Kastolani Marzuki