Korban Tewas Overdosis Miras di Trenggalek Bertambah jadi 3 Orang

Antara ยท Senin, 11 Februari 2019 - 21:29 WIB
Korban Tewas Overdosis Miras di Trenggalek Bertambah jadi 3 Orang

Ilustrasi korban tewas. (Foto: Okezone)

TRENGGALEK, iNews.id - Korban meninggal dunia akibat overdosis minuman keras oplosan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, bertambah satu orang. Dengan demikian, total korban jiwa saat ini menjadi tiga orang. Sementara empat orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.

"Siang tadi pasien kedua yang masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo akhirnya meninggal. Kondisinya terus memburuk sehingga tidak tertolong," kata Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono, kepada wartawan di Trenggalek, Senin (11/2/2019).

Korban terakhir yang meninggal dunia diidentifikasi berinisial HD. Dia merupakan saksi kunci insiden overdosis minuman keras oplosan yang melibatkan tujuh pemuda di Kecamatan Watulimo. Menurut Sudjiono, kondisi korban HD ketika datang ke rumah sakit relatif baik dan belum mengalami kritis.

BACA JUGA: Tenggak Miras Oplosan, 2 Tewas 5 Orang Dirawat Intensif

Namun, kondisinya cenderung terus menurun usai mendapat penanganan tim medis. Setelah mendapatkan perawaran intensif, kedua korban kondisinya terus menurun dan nyawanya tidak bisa lagi diselamatkan. "Kami sudah berusaha maksimal, namun kondisi korban terus menurun," ujarnya.

Menurut keterangan polisi, HD merupakan pengoplos minuman keras. Kematian HD membuat polisi harus bekerja lebih keras untuk mengungkap kasus tersebut.

Harapan kini mengungkap kasus itu bergantung pada kondisi empat korban yang masih dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung dan puskesmas/klinik kesehatan di Kecamatan Watulimo. "Ya, kasus ini masih terus kami selidiki," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo.

Malapetaka yang menimpa tujuh pemuda itu terjadi setelah mereka menggelar pesta minuman keras di wilayah Kecamatan Watulimo pada Sabtu (9/2/2019) malam. Mereka diyakini menggelar acara mabuk-mabukan untuk perayaan setelah gelaran pemilihan kepala desa serentak pada hari yang sama.


Editor : Himas Puspito Putra