Korupsi Jasmas Surabaya, Kejaksaan Tahan Lagi Satu Anggota DPRD

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 16 Agustus 2019 - 20:24 WIB
Korupsi Jasmas Surabaya, Kejaksaan Tahan Lagi Satu Anggota DPRD

Petugas Kejari Tanjung Perak mengamankan anggota DPRD Surabaya, Binti Rochmah. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumudin).

SURABAYA, iNews.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak kembali menahan anggota DPRD Kota Surabaya, Jumat (16/8/2019). Penahanan ini terkait dugaan kasus korupsi proyek Jasmas 2016.

Kali ini pihak Kejari Tanjung Perak membawa anggota Komisi B DPRD, Binti Rochmah, dan menaikkan statusnya sebagai tersangka. Binti dibawa petugas ke rumah tahanan (rutan) Kejaksaan Tinggi Jatim.

"Kami mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status dari saksi menjadi tersangka," kata Kepala Kejari Tanjung Perak, Rachmat Supriady, di Kota Surabaya, Jatim, Jumat (16/8/2019).

BACA JUGA: Dugaan Korupsi Jasmas, 4 Anggota DPRD Kota Surabaya Mangkir Panggilan Kejari

Dia mengatakan, sebelum penetapan tersangka, Binti menjalani pemeriksaan selama kurang lebih delapan jam. Penyidik pidana khusus (pidsus) Kejari Tanjung Perak bertanya terkait proyek Jasmas.

Menurut Rachmat, penahanan ini untuk mempercepat proses hukum di pengadilan. Selain itu, diharapkan tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Selain Binti, dua anggota DPRD Surabaya lainnya telah lebih dulu ditahan dalam kasus yang sama, yakni Sugito dan Darmawan.

"Total da enam anggota yang diduga terlibat. Namun baru tiga yang kami tahan, untuk anggota lainnya akan kami lakukan pemanggilan," ujar dia.

BACA JUGA: Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan Ditahan Kejati Jatim terkait Dana Jasmas

Dalam kasus ini, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan menyetujui pengajuan proposal dari Agus Setiawan Jong (terdakwa dalam perkara yang sama).

Ratusan proposal RT tersebut diminta Agus untuk pengadaan tenda, kursi dan sound system. Proposal itu diajukan ke sejumlah anggota dewan, termasuk Binti.

"Dari total proposal yang dikoordinasi Agus, ada 80 proposal yang diajukan dan disetujui B (Binti). Peran bukan mark up, melainkan menerima fee dari Agus atas proposal yang disetujui," kata dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal