Kuli Angkut Tewas Kejatuhan Batu Kumbung di Tuban

Pipiet Wibawanto ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 22:06 WIB
Kuli Angkut Tewas Kejatuhan Batu Kumbung di Tuban

Seorang kuli angkut batu kumbung atau batu bata putih, tewas seketika di lokasi tambang batu kumbung, di Tuban, Jawa Timur, Selasa (12/2/2019) sore. (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id - Seorang kuli angkut batu kumbung atau batu bata putih, tewas seketika di lokasi tambang batu kumbung, di Tuban, Jawa Timur, Selasa (12/2/2019) sore. Korban terluka parah di bagian wajah dan kepala, akibat kejatuhan dua balok batu kumbung, setinggi lima belas meter. Setelah dilakukan visum luar, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Korban atas nama Sukoco (47), warga Dusun Gondang, Desa Ngesong, Kecamatan Grabagan, Tuban, itu tewas seketika di lokasi tambang batu kumbung, di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban. Korban terluka parah di bagian wajah dan kepala, setelah kejatuhan batu kumbung, atau batu bata putih, jenis batu umpak.

Kejadian berawal saat semua pekerja sudah pulang, karena jam kerja sudah habis. Namun korban bersama pekerja lain, masih melakukan loading batu umpak, untuk segera diantar ke pembeli.

Batu umpak sejumlah sembilan biji itu, lalu diangkut dengan crane tradisional, dari lokasi tambang ke atas, lokasi loading. Namun tiba tiba dua batu umpak terjatuh ke bawah. Nahas korban yang berada di bawah, tidak sempat menyelamatkan diri. Dua batu umpak itu langsung mengenai wajah korban.

Sumarto, rekan kerja korban yang saat kejadian berada di atas tambang, tidak menyadari jika korban kejatuhan batu umpak. Saat dia kembali menurunkan crane ke bawah, korban tidak menyahut. “Saya lalu turun ke bawah, dan mendapati korban sudah meninggal. Saya terus melapor ke polisi,” katanya, Selasa (12/2/2019).

Tim identifikasi yang tiba di lokasi tambang milik Kasemu ini, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara TKP. Setelah dilakukan visum luar, jasad korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan.

Informasi yang dihimpun, di lokasi tambang batu kumbung setempat, tidak hanya kali ini terjadi kecelakaan kerja. Sejumlah peristiwa yang sama, juga kerap terjadi, hingga menelan korban jiwa.


Editor : Himas Puspito Putra