Lanud Abd Saleh Malang Amankan 50 Ribu Pil Double L di Kargo Pesawat

Saif Hajarani ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 21:40 WIB
Lanud Abd Saleh Malang Amankan 50 Ribu Pil Double L di Kargo Pesawat

Kadisop Lanud Abdul Rachman Saleh, Kolonel Reza Sastranegara menunjukkan temuan pil double L dalam kargo pesawat, Kamis (6/12/2018). (Foto: iNews/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Petugas Pangkalan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), mengamankan 50.000 butir pil koplo jenis double L dalam kargo pesawat Citilink. Pengirim mengelabui dengan cara menempel label vitamin dalam setiap kemasan pil dan kardus bertuliskan berisi makanan burung.

Kadisop Lanud Abdul Rachman Saleh, Kolonel Reza Sastranegara memaparkan, temuan obat-obatan terlarang ini terungkap setelah beberapa butir di antaranya tercecer di dalam kargo pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG160.

Petugas yang curiga kemudian melakukan pengecekan dan pemeriksaan X-ray terhadap seluruh barang yang masuk. Hasilnya, ditemukan satu kardus berisi sekitar 50 plastik pil double L. Setiap plastik berisi 10.000 butir pil.

“Kemudian kami langsung teruskan kepada Satuan Polisi Militer dan kami dapatkan informasi memang ini sejenis obat-obatan yang tidak boleh beredar, dilarang secara medis,” kata Reza saat pemaparan, Kamis (6/12/2018).


BACA JUGA: Polisi Amankan 1 Koper Pil Koplo Milik Ibu Rumah Tangga di Surabaya


Menurut Kolonel Reza Sastranegara, barang haram itu dikirim dari Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju Malang. Namun, pemiliknya tidak diketahui. “Untuk pemilik pil double L sampai saat ini belum karena barang ini tidak diambil, tapi diantarkan oleh travel pengantaran barang,” ujarnya.

Untuk mengelabui petugas, pengirim barang menempelkan label vitamin dalam setiap kemasannya. Tak hanya itu, di salah satu sisi kardus, terdapat label yang menginformasikan isinya makanan burung.

“Informasi yang kami peroleh, memang selama ini dalam peredarannya, pil double L ini selalu menggunakan nama-nama samaran vitamin dan sejenisnya,” katanya.

Kolonel Reza Sastranegara mengatakan, kini kasus temuan obat-obatan terlarang itu dilimpahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.


Editor : Maria Christina