Lebih dari 100 Polisi Jaga Ketat Sidang Putusan Ahmad Dhani di PN Surabaya

Ihya' Ulumuddin · Selasa, 11 Juni 2019 - 12:12 WIB
Lebih dari 100 Polisi Jaga Ketat Sidang Putusan Ahmad Dhani di PN Surabaya

Suasana di luar gedung PN Surabaya, Jatim, menjelang sidang pembacaan putusan Ahmad Dhani, Selasa (11/6/2019). Lebih dari 100 personel polisi disiagakan di dalam gedung. (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Sidang putusan Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), dijaga ketat aparat kepolisian, Selasa (11/6/2019). Lebih dari 100 personel polisi disiagakan di dalam gedung. Sementara di luar, polisi juga menyiagakan mobil barakuda.

Siang ini, majelis hakim PN Surabaya akan membacakan putusan untuk suami Mulan Jameela itu. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menuntut terdakwa Ahmad Dhani 1,6 tahun penjara. Tuntutan ini disampaikan karena pentolan band Dewa 19 itu dianggap terbukti bersalah atas ujaran "idiot" terhadap kelompok pendemo pada 26 Agustus 2018 silam.

“Untuk antisipasi saja. Selain berjaga di dalam, beberapa anggota juga siaga di luar,” kata salah seorang aparat yang melakukan pengamanan.


BACA JUGA: Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara Kasus Ujaran Kebencian


Sementara itu, anggota tim kuasa hukum Ahmad Dhani, Zahid mengaku tidak ada persiapan khusus dalam sidang putusan siang ini. Dia hanya berharap kliennya diputus bebas oleh majelis hakim. Sebab, selama menjalani sidang, Dhani diketahui tidak pernah menyebut nama siapa pun dalam video blog (vlog)-nya.

“Harapan kami ya sesuai fakta persidangan, bisa bebas lepas. Karena dari sidang sudah jelas bahwa ini subjek hukumnya nggak ada,” katanya.

Ahmad Dhani didakwa telah melakukan pencemaran nama baik terkait dengan ujaran idiot dalam video blog (vlog) yang disampaikannya di Hotel Mojopahit Surabaya, Agustus 2018 silam. Akibat ujaran tersebut, Dhani dilaporkan oleh kelompok ormas Bela NKRI ke Polda Jatim, hingga kasusnya masuk ke persidangan.

Dalam sidang dakwaan, jaksa mendakwa Ahmad Dhani melanggar Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Adapun ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara.


Editor : Maria Christina