Ledakan Petasan Hancurkan Musala dan Rusak TPA di Blitar, 2 Korban Luka-luka

Robby Ridwan, Ihya' Ulumuddin · Kamis, 06 Juni 2019 - 20:16 WIB
Ledakan Petasan Hancurkan Musala dan Rusak TPA di Blitar, 2 Korban Luka-luka

Kondisi pemondokan dan Musala Tarbiyatul Mubtadi’in, Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, yang hancur akibat ledakan petasan, Selasa malam (4/6/2019). (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id – Ledakan petasan menghancurkan pemondokan dan Musala Tarbiyatul Mubtadi’in, Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Ledakan tabung plastik berisi campuran oksigen dan gas karbit pada malam takbiran Hari Raya Idul Fitri tersebut mengakibatkan dua korban luka.

Kedua korban, yakni Mohammad Rifai (12), warga Dusun Jombor RT 2 RW 3 Desa Mandesan dan Asbiyan Maulanan (9), warga Dusun Mandesan, Desa Mandesan. Selain menghancurkan bangunan pemondokan dan musala, ledakan itu membuat TPA Tarbiyatul Mudtadi’in yang berada di sampung musala rusak parah.


BACA JUGA: Petasan Meledak saat Diracik, 1 Orang Luka Parah dan Rumah Hancur di Magelang


Kepala Subbagian Humas Polres Blitar Iptu Muh Burhanudin mengatakan, insiden tersebut berawal saat Selasa, 4 Juni 2019, sekitar pukul 17.00 WIB, dua warga desa setempat, Ahmad Masruri dan Muhammad Najiyullah, membuat tabung plastik ikan yang diisi dengan oksigen dan karbit. Tabung plastik itu kemudian diikat, lalu ditaruh di kamar kosong rumah milik Kyai Mahfud yang sebelumnya ditempati para santri.

“Beberapa saat kemudian, saksi Rifa’i membawa kembali tabung plastik yang sudah diisi oksigen dan karbit masuk kekamar. Selang beberapa menit terjadi ledakan dahsyat hingga merobohkan bangunan,” katanya.

Dia mengatakan, kedua korban yang juga keluarga dari pemilik rumah mengalami luka bakar cukup serius. Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ngudi Waluyo untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Mohammad Rifai menderita luka bakar mencapai 70 persen di tubuhnya sementara temannya Asbiyan mengalami luka ringan. Hingga Kamis (6/6/2019), Rifai masih dirawat intensif. Sementara Asbiyan sudah bisa pulang.


Editor : Maria Christina