Mabuk dan Ngamuk, Preman Kampung Tewas Dikeroyok Warga di Tuban

Pipiet Wibawanto ยท Minggu, 09 Juni 2019 - 12:33 WIB
Mabuk dan Ngamuk, Preman Kampung Tewas Dikeroyok Warga di Tuban

Polisi saat mengevakuasi jasad preman kampung yang mengamuk hingga akhirnya tewas dikeroyok warga di Tuban. (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id – Seorang preman kampung yang sedang mabuk berulah dan mengamuk di Desa Cokrowati, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (8/6/2019) malam. Puluhan warga yang tersulut emosi dengan tindakan dan ucapan residivis itu spontan mengeroyoknya hingga tewas di lokasi kejadian.

Informasi yang dirangkum iNews, kasus pengeroyokan ini berawal saat Warno (35) warga Desa Mander yang dikenal sebagai preman kampung setempat mabuk dan berbuat onar di Desa Cokrowati. Dia merobohkan motor milik warga yang terparkir di warung dekat TKP dan berulah dengan nada menantang.

Warga yang resah awalnya coba untuk memperingatkan korban agar tidak berulah. Namun hal itu tidak digubris hingga terjadi peristiwa pengeroyokan.

“Saya sempat pegangi dia agar tidak ngamuk. Saya bilang, Warno ini aku temanmu. Tapi dia malah pukul pipi dan bibir saya. Saat itu dia sudah mabuk berat,” ujar Sujari, saksi di TKP, Minggu (9/6/2019).

BACA JUGA: Nenek 58 Tahun Dibunuh Sadis Dalam Rumahnya di Lampung Selatan

Warga yang kian emosi langsung ramai-ramai mengejar dan mengeroyok korban. Mereka menganiayanya dengan batu dan kayu hingga korban luka di sekujur tubuh dan tewas bersimbah darah di TKP. Korban yang sudah tak bernyawa bahkan sempat diseret warga dari tempat pengeroyokan pertama ke TKP terakhir sejauh 50 meter.

Polisi yang menerima informasi langsung datang ke lokasi dan olah TKP. Sejumlah kayu dan batu yang terdapat bercak darah diamankan sebagai barang bukti. Selain itu 38 warga yang diduga pelaku pengeroyokan dibawa ke Mapolres Tuban untuk pemeriksaan. Sementara jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Koesma.

“Kami sudah olah TKP dan mengumpulkan mereka yang terlibat untuk menyelidiki kasusnya. Mayat korban akan kami autopsi juga untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Mustijad Priyambodo.


Editor : Donald Karouw