Mantan Gubernur Jatim Soekarwo Ditunjuk Jadi Staf Khusus Menko Perekonomian

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 09 September 2019 - 20:01 WIB
Mantan Gubernur Jatim Soekarwo Ditunjuk Jadi Staf Khusus Menko Perekonomian

Mantan Gubernur Jatim Soekarwo akan menempati posisi barunya sebagai staf khusus Menko Perekonomian. (Foto: Dok.iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo ditunjuk menjadi staf khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Perekonomian.

Soekarwo menggantikan dua stafsus sebelumnya, Christiantoko dan Benediktus Dwi Hari Prasetyo. Keduanya telah selesai masa tugas.

Penunjukan Soekarwo ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No.290/2019, yang ditandatangani Menko Perekonomian Darmin Nasution. Sebagaimana SK tersebut, Soekarwo ditunjuk sebagai staf khusus pertanggal 29 Agustus 2019 lalu.

Soekarwo belum bisa dikonfirmasi atas penunjukannya itu. Namun, sejumlah orang dekat pria yang disapa Pakde, membenarkan kabar tersebut.

“Iya, beberapa hari lalu, Pakde sudah bertemu Pak Menteri di Jakarta,” kata salah seorang staf Soakarwo, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA: 1 Juli 2019, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo Akan Dilantik Jadi Kepala BKKBN

Pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menilai, penunjukan Soekarwo sebagai staf khsusus bidang perekonomian cukup tepat.

Sebab, selama menjadi Gubernur Jatim, Soekarwo punya pengalaman empirik cukup bagus dalam bidang perekonomian.

“Konsepnya tentang Jatimnomic, yakni kolaborasi antara pemberdayaan ekonomi dan kebijakan, berhasil meningkatkan ekonomi Jawa Timur,” katanya, Senin (9/9/2019).

Lewat konsep dan pengalaman empirik tersebut, Suko yakin, Soekarwo mampu membantu pemerintah pusat dalam meingkatkan ekonomi nasional.

“Menerapkan kebijakan perekonomian, seperti intervensi pemerintah dalam perdagangan ekspor impor, butuh terobosan. Tak cukup teoritis dan regulasi yang ada. Butuh orang yang punya pengalaman melakukannya. Saya melihat Pakde pas untuk itu,” katanya.

Apalagi selama ini, Soekarwo juga masih aktif dalam pikiran intelektual. Masih aktif mengajar di kampus dan jadi pembicara.

Karena itu, Suko menilai bahwa, sangat bagus ketika pemerintah memanfaatkan kapasitas Seokarwo yang punya kapasitas intelektual dan pengalaman implementasi kebijakan publik.

 


Editor : Kastolani Marzuki