Memilukan, Ibu Muda di Surabaya Ini Diceraikan Suami karena Lahirkan Anak Cacat

Ali Masduki, Sindonews ยท Senin, 02 Desember 2019 - 13:30 WIB
Memilukan, Ibu Muda di Surabaya Ini Diceraikan Suami karena Lahirkan Anak Cacat

Ibu muda di Surabaya diceraikan suami karena anaknya lahir dalam kondisi cacat. (Foto: Sindonews).

SURABAYA, iNews.id - Seorang ibu muda di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), diceraikan sang suami gara-gara anak yang lahir dalam kondisi cacat. Bukan hanya itu, mertua pun tak pernah menjenguknya, dan enggan menganggap anak tersebut sebagai cucunya.

Nasib pilu ini dialami Dina Oktaviani (21 tahun) yang tinggal di kawasan Jojoran Surabaya. Sang suami Muhammad Abdul Aziz (23) tak lama langsung meninggalkan istrinya yang baru melahirkan itu begitu tahu anaknya lahir dalam kondisi keterbatasan fisik.

"Selain itu, sejak lahir sampai sekarang, mertua tidak pernah sekalipun menengok anak saya. Katanya, malu punya cucu seperti ini," kata Dina kepada wartawan di rumahnya, Senin (1/12/2019).

BACA JUGA: Kasus Suami Bakar Istri di Surabaya, Motif Sakit Hati Gegara Minta Cerai Lewat WA

Anak tersebut berinisial MPF (5 bulan) baru saja menjalani operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya untuk pemasangan selang untuk saluran cairan di kepala. Bayi malang ini didiagnosis mengidap Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele.

Selain mengidap Hydrocypalus, Pandhu juga mengalami cacat pada wajah, khususnya di bagian bibir, hidung dan mata. Dia tidak bisa memakai dot untuk susu formula. Bahkan, untuk minum ASI pun, bayi ini kesulitan.

"Jadi harus disuapi sedikit-sedikit pakai sendok kecil," ujar dia.

Dina mengaku tidak tahu pasti penyebab anaknya lahir dalam kondisi seperti ini. Namun dia mengaku sempat digigit tikus saat tidur di rumah petaknya tersebut sampai berdarah. Dia berasumsi, mungkin akibat gigitan tersebut, sehingga ada virus yang menular.

"Ya, mungkin ini sudah menjadi takdir saya dan anak saya ini," katanya.

BACA JUGA: Kasus Suami Bakar Istri di Surabaya, Kondisi Korban Mulai Stabil

Kini Dina harus menghidupi anaknya seorang diri. Perempuang lulusan SMK ini sudah tak lagi mendapat nafkah dari sang suami, sehingga dia memulai usaha berjualan es buah di rumahnya sambil mengurus sang bayi.

"Untuk saat ini, saya ingin bekerja di rumah saja, seperti membuat es juice atau puding susu yang dijual melalui online. Supaya saya bisa fokus merawat anak," katanya.

Dina juga berharap ada bantuan rumah susun dari Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, karena rumah petak yang ditinggalinya merupakan milik dari adik ibunya, yang akan dijual dalam waktu dekat.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal