Merasa Tak Nyaman dan Diancam, Kepala BKD Bondowoso Mengundurkan Diri

Riski Amirul Ahmad · Rabu, 31 Juli 2019 - 20:22 WIB
Merasa Tak Nyaman dan Diancam, Kepala BKD Bondowoso Mengundurkan Diri

Kepala BKD Bondowoso Alun Taufana Sulistyadi. (Foto: iNews.id/Riski Amirul Ahmad)

BONDOWOSO, iNews.id - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur Alun Taufana Sulistyadi mendadak mengundurkan diri dari jabatannya.

Langkah itu dilakukan Alun Taufana karena merasa dirinya tidak nyaman bekerja dan mendapat ancaman dari sekretaris daerah (Sekda) Bondowoso.

Diantar puluhan pegawai BKD, Alun menghadap Wakil Bupati (Wabup) Irwan Bachtiar Rahmat untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai kepala BKD sekaligus berpamitan meminta izin.

Alun kemudian ditemui di pendopo wakil bupati. Dalam pertemuan itu, Wabup Irwan tidak memperkenankan Alun mengundurkan diri. Namun, Alun berkukuh tetap akan berhenti sebagai kepala BKD.

Menurut Alun, pengunduran dari jabatannya sebagai kepala BKD bukan tanpa alasan. Dia merasa bahwa calon Sekda Syaifullah telah memojokkan instansinya karena tidak segera melantiknya sebagai Sekda pada dua hari lalu.

“Sudah tak nyaman saja. Tadi sudah saya sampaikan (dalam pertemuan) ke wabup. Bukan Sekda, tapi saat itu calon sekda,” katanya seusai pertemuan dengan wabup.


Alun mengatakan, BKD akan melaksanakan konferansi pers terkait perihal dirinya mengundurkan diri dari jabatan. Alun juga menegaskan selama ini apa yang dilaksanakan bkd sudah berdasarkan perintah dari atasan.

Menanggapi pengunduran diri kepala BKD, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengaku sangat prihatin dengan kejadian itu. Menurut dia, sudah bukan zamannya pejabat menaku-nakuti bawahannya.

“Saya prihatin. Kondisi yang sudah kita bangun menjaga kekompakan terusik dengan pernyataan arogansi dari sekda. Saya tidak suka model-model seperti itu. Saya tidak ingin ASN bekerja merasa ketakutan. Itu yang tepat bukan dengan ancaman. Sekarang tidak ada lagi orang yang takut dengan ancaman. Semua diatur oleh aturan. Tidak bisa bupati dan wakil bupati memecat sembarangan kalau memang tidak ada tindakan indispliner,” katanya.

Irwan mengaku akan berkoordinasi terlebih dulu dengan Bupati Salwa Arifin untuk mengambil sikap terkait pengunduran dii kepala BKD. “Kami akan koordinasi dulu dengan Pak Bupati. Saya tegaskan, Sekda itu hanya menjalankan visi misi bupati dan wakil bupati, bukan dengan menjalankan sendiri di luar RPJMD,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki