Modifikasi Motor Mirip Chopper Jokowi, Pemuda Ditilang Polisi

Antara ยท Minggu, 27 Mei 2018 - 07:57 WIB
Modifikasi Motor Mirip Chopper Jokowi, Pemuda Ditilang Polisi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggeber motor Chopper Royal Enfield 350 cc saat kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

SURABAYA, iNews.id - Pengendara sepeda motor modifikasi Chopper terjaring operasi cipta kondisi yang digelar Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Minggu (27/5/2018) dini hari.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur (Jatim) Ajun Kombes Pol Eva Guna Pan Pandia mengatakan operasi yang digelar sejak Sabtu (26/5/2018) malam hingga Minggu menjelang subuh itu digelar untuk memberi rasa aman kepada masyarakat Surabaya.

"Operasi malam minggu hingga menjelang subuh tidak hanya memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan tapi juga memeriksa semua barang bawaan pengendara. Kami antisipasi minuman keras,narkoba, senjata tajam atau bahan-bahan berbahaya untuk memberi rasa aman kepada masyarakat," kata, Eva.

Andre Kurniawan (24), pengendara motor chopper yang dimodifikasi seperti milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, tampak pasrah saat ditindak pidana ringan atau tilang dalam operasi di depan Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, Surabaya.

"Kena tilang karena tidak ada kaca spion dan pelat nomornya," ujar warga Wonokusumo Surabaya itu.

Dia berdalih memodifikasi sepeda motornya menjadi Chopper karena terinspirasi Presiden Jokowi, yang belum lama lalu viral di media sosial setelah mengendarainya untuk meninjau proyek padat karya di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), pada 8 April.

Sepeda motor Chopper milik Andre adalah modifikasi dari Honda Astrea 800 produksi tahun 1990. "Saya habis Rp10 juta untuk memodifikasinya biar mirip seperti Chopper milik Pak Jokowi," katanya.

Menurut dia, belum dipasangi pelat nomor dan kaca spion karena modifikasinya belum selesai.

"Ini rencananya mau diikutkan lomba modifikasi motor Chopper Cup di Malang pekan depan. Modifikasinya belum selesai. Rencananya mau saya bawa ke rumah teman di Wonokromo untuk menyelesaikan modifikasinya," ujarnya.

Andre mengatakan, surat-surat kendaraannya itu lengkap, kecuali pajaknya mati setahun. Namun karena tidak berpelat nomor, polisi terpaksa mengangkutnya ke Kantor Polrestabes Surabaya untuk disita.

"Kata Pak Polisi, bisa diambil setelah menunjukkan pelat nomor aslinya, serta disuruh melengkapi pembayaran pajaknya yang mati," katanya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi