Mudik Menggunakan Kereta Api, Ibu Hamil Wajib Lampirkan Surat Dokter

Mukhtar Bagus ยท Rabu, 25 April 2018 - 17:10 WIB
Mudik Menggunakan Kereta Api, Ibu Hamil Wajib Lampirkan Surat Dokter

Ilustrasi penumpang kereta api. (Foto: iNews.id/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan aturan baru bagi para ibu hamil yang akan menggunakan moda transportasi kereta api saat mudik Lebaran. Untuk masa kehamilan 14 hingga 28 minggu wajib melampirkan surat keterangan dokter atau bidan.

Peraturan tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi atau mengetahui ibu hamil pada rangkaian kereta api dan rute tertentu. Sehingga akan disiapkan keperluan medis atau instrumen terkait ibu hamil. Diubah aja, ibu hamilnya di dalam, jadi, untuk mengetahui keberadaan ibu hamil di rangkaian kereta.

Nantinya, bagi calon penumupang wajib melampirkan surat tersebut saat pembelian tiket. Selain itu, di sejumlah stasiun besar petugas juga menyiagakan dokter atau bidan jika sewaktu-waktu ada ibu hamil yang harus melahirkan.

Wakil Kepala Stasiun Jombang Totok Iswantoro mengatakan, layanan dan syarat yang diminta PT KAI semata-mata agar calon penumpang yang sedang hamil tetap bisa melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. "Untuk pelayanan nanti di setiap stasiun besar akan didirikan posko kesehatan. Untuk ibu hamil disediakan petugas medis termasuk bidan," kata Totok Iswantoro, di Stasiun Jombang, Rabu (25/4/2018).

Adapun isi dari lampiran surat keterangan dokter tersebut, Totok menerangkan, pernyataan dokter atau bidan yang memastikan ibu hamil yang melakukan perjalanan dengan kereta api tidak akan mengganggu kehamilannya. "Untuk penumpang hamil dengan usia kandungan 14 hingga 28 minggu harus melampirkan surat keterangan dokter yang menyatakan usia tersebut aman untuk melakukan perjalanan dengan kereta. Sementara usia kehamilan melebihi 14 hingga 28 minggu tetap akan dicatat," katanya.

Sementara, Totok mengatakan, sejumlah tiket mudik kereta api untuk H-7 dan H+7 yang berangkat dari Stasiun Jombang ludes terjual. Rute perjalanan menuju Surabaya dan Jakarta menjadi yang paling banyak diburu calon penumpang. "Untuk rute jauh seperti Jakarta-Surabaya rata-rata sudah habis. H-7 dan H+7 sudah habis," ungkapnya.

Dia juga menyinggung soal kereta tambahan yang menyediakan 7.272 tempat duduk setiap harinya. Adapun, kereta api tambahan Lebaran yang disediakan Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun adalah KA Gajayana Lebaran relasi Stasiun Gambir Jakarta–Malang 900 tempat duduk. KA Sancaka Lebaran relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng 1.420 tempat duduk, KA Pasundan Lebaran relasi Bandung Kiaracondong–Surabaya Gubeng 1.368 tempat duduk, KA Matarmaja Lebaran relasi Jakarta Pasar Senen-Malang 1.792 tempat duduk dan KA Brantas Lebaran relasi Jakarta Pasar Senen-Blitar 1.792 tempat duduk.


Editor : Achmad Syukron Fadillah