Muncikari Buron, Polisi: Identitas dan Persembunyian Sudah Dikantongi

Ihya' Ulumuddin, Okezone, Syaiful Islam ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 13:07 WIB
Muncikari Buron, Polisi: Identitas dan Persembunyian Sudah Dikantongi

Muncikari ES dan TN menjadi tersangka prostitusi online artis. (Foto: Sindonews)

SURABAYA, iNews.id - Polisi mengklaim sudah mengantongi identitas dan lokasi persembunyian dua perempuan yang diduga sebagai muncikari prostitusi online artis. Bahkan mereka disebut punya peranan vital dalam bisnis esek-esek ini.

"Identitas dan lokasi persembunyiannya sudah dikantongi. Anggota di lapangan segera menangkap mereka," kata Direskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, saat dikonfirmasi wartawan di Kota Surabaya, Sabtu (12/1/2019).

BACA JUGA: Kapolda: 2 DPO Muncikari Prostitusi Online Hari Ini Ditangkap

Sejauh ini, keduanya memang masih buron. Namun, dia memastikan dalam waktu dekat mereka yang diduga sebagai muncikari ini segera diamankan petugas, sehingga proses pengungkapan kasus semakin cepat.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dua terduga muncikari ini merupakan kunci untuk mengungkap kasus prostitusi online di kalangan artis.

"Kalau dua orang ini tertangkap akan lebih besar lagi (kasus prostitusi online). Karena kuncinya di dua orang ini," ujar dia.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Muncikari: Klien Kami Hanya Penghubung Bukan Penjual Artis

Penyidik Polda Jatim memang telah mengantongi 45 artis dan 100 model yang diduga terlibat kasus prostitusi online jaringan tersangka muncikari ES dan TN. Menurut polisi, para publik figur ini rata-rata berusia 19-30 tahun.

Polisi mengungkap enam nama artis yang diduga terlibat jaringan prostitusi online. Mereka akan dipanggil Polda Jatim pekan depan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan surat pemanggilan terhadap enam artis tersebut sudah dilayangkan.

BACA JUGA: Selain Papan Atas, Artis Level Bawah Juga Tersangkut Prostitusi Online

"Ada ML (Mulya/Maulia Lestari). Kemudian BS (Baby Shu), Fatya Ginanjarsari, Riri Febianti, Aldira Chena kemudian Tiara Permata Sari," kata Barung.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal