Mutilasi Pria dalam Koper Gara-gara Rp100.000, Begini Kronologinya

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 15 April 2019 - 17:42 WIB
Mutilasi Pria dalam Koper Gara-gara Rp100.000, Begini Kronologinya

Dua eksekutor, AJ alias AP (Ajis Prakoso) dan AS (Aris Sugianto) yang membunuh dan memutilasi Budi Hartanto di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Uang Rp100.000 menjadi penyebab utama pembunuhan pria dalam koper di Blitar. Dua eksekutor, AJ alias AP (Ajis Prakoso) dan AS (Aris Sugianto) mengaku terpaksa menghabisi korban, Budi Hartanto, lantaran marah-marah karena tidak mendapatkan uang Rp100.000.

Kronologinya, malam itu Budi baru saja berhubungan badan dengan AS di sebuah warung milik AS. Usai berhubungan, tenaga honorer di SD Negeri di Kabupaten Blitar itu meminta imbalan Rp100.000. Tetapi, AS mengaku tidak punya uang. Kondisi inilah yang membuat korban marah. Mereka pun terlibat cekcok.

“Gara-gara cekcok ini, AJ menegur, meminta korban untuk diam. Alasannya karena kondisi sudah larut malam. Namun, bukannya diam, korban justru marah. Bahkan sampai menampar AJ. Katanya, ini bukan urusan kamu,” kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, menirukan pernyataan korban di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019).

BACA JUGA:

7 Fakta Mutilasi di Blitar, Mulai dari Rp100.000 sampai Masuk Koper

Mutilasi di Blitar, 2 Pelaku Bergantian Potong Kepala Korban

Mendapat perlakuan tersebut, AJ balik menampar korban hingga keduanya terlibat perkelahian. Dalam situasi itulah, korban mengambil golok di teras warung. Golok seukuran lengan itu disabetkan ke arah AJ hingga mengenai lengan.

“Tetapi, rupanya AJ lebih gesit sehingga berhasil merebut golok dari tangan korban. Saat itu juga, dia balik menyerang hingga korban jatuh tersungkur. Dalam kondisi tak berdaya, korban diseret ke dalam warung dan dihabisi. Lehernya digorok,” katanya.

Selanjutnya, AS datang membantu. Dia menyumpal mulut korban hingga tewas. “Selain membekap koban, AS ini juga ikut menggorok sampai korban benar-benar tidak bernyawa,” ujarnya.

Lalu, bagaimana korban dimutilasi? Berdasarkan hasil pemeriksaan, mutilasi dilakukan karena tubuh korban tidak cukup saat dimasukkan dalam koper.

“Tubuhnya lebih besar sehingga tidak cukup dimasukkan koper. Bagian kepala susah dimasukkan sehingga dipotong. Ide membuang tubuh korban dalam koper pun muncul spontan lantaran bingung menghilangkan jejak,” katanya.

Sementara itu, di depan penyidik, kedua pelaku mengaku menyesali perbuatannya itu. Bahkan, AS menangis sesenggukan. “Saya menyesal. Saya mohon maaf, terutama kepada keluarga Budi,” ujarnya.


Editor : Maria Christina