Nenek di Blitar Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 39 Meter, Petugas Kesulitan Evakuasi

Robby Ridwan ยท Selasa, 12 November 2019 - 20:07 WIB
Nenek di Blitar Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 39 Meter, Petugas Kesulitan Evakuasi

Salah satu petugas turun ke sumur untuk evakuasi jasad nenek yang tercebur di Blitar, Jatim, Selasa (12/11/2019). (Foto: iNews.id/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id – Tim Basarnas Trenggalek mengalami kesulitan saat mengevakuasi jasad seorang nenek yang tercebur dalam sumur di Blitar, Jawa Timur. Sumur sedalam 39 meter ini minim cahaya dan tipis kadar oksigen. Meski demikian, jasad korban berhasil dievakuasi.

Suminten (60) ditemukan tewas tercebur di sumur milik tetangganya bernama Rohani di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Selasa (12/11/2019). Jarak sumur dengan rumah korban hanya sekitar 100 meter.

Menurut Kapolsek Binangun, IPTU Nanang Budianto, kejadian bermula saat subuh, korban minta diantar ke kamar mandi oleh anaknya untuk buang air kecil. Usai dari kamar mandi, mereka kembali ke kamar masing-masing.

“Namun sekitar pukul 05.00 WIB, korban tidak ada di kamarnya,” katanya.

Keluarga berserta warga lantas mencari keberadaan korban. Salah seorang warga curiga pada sumur yang tidak jauh dari rumah korban, yang kondisinya berubah.

BACA JUGA: Bocah 4 Tahun Tewas Tercebur Sumur Sedalam 20 Meter di Kendal, Ini Penyebabnya

“Awalnya sumur ini sudah ditutup dengan asbes dan kayu-kayu namun saat itu terlihat terbuka,” katanya. Saat warga mengecek, di permukaan air sumur terdapat jasad korban yang mengambang.

Warga lantas melaporkan kejadian ini ke polisi yang selanjutnya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Saat mencoba mengevakuasi, petugas mengalami kesulitan lantaran sumur yang dalam sehingga gelap. Selain itu, setelah dicek, kadar oksigen di dalam sumur juga tipis. Petugas lantas berkoordinasi dengan Basarnas Trenggalek.

Menurut Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Brian Gautama, petugas telah membawa peralatan lengkap seperti pencahayaan dan tabung oksigen untuk mengevakuasi korban dari dalam sumur. Petugas yang turun ke dalam sumur menggunakan Self Contain Breathing Apparatus (SCBA).

BACA JUGA: Tragis, 2 Warga di Gunungkidul Tewas Tercebur saat Kuras Sumur

“Kami perlu waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk evakuasi korban,” katanya.

Usai berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Menurut keterangan keluarga, korban sudah menjalani operasi saraf otak sebanyak tiga kali. Usai menjalani operasi, korban sering linglung, pikun dan pendiam.


Editor : Umaya Khusniah