NU Temukan Ratusan Situs Aswaja Palsu di Internet

Ihya' Ulumuddin ยท Minggu, 16 Juni 2019 - 18:42 WIB
NU Temukan Ratusan Situs Aswaja Palsu di Internet

Ilustrasi hoaks. (Foto: okezone).

SURABAYA, iNews.id - Jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) menemukan ratusan situs Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) palsu di internet. Situs-situs tersebut memuat ajaran Islam dengan menggunakan nama Aswaja, namun isinya melenceng dari nilai-nilai Aswaja Annahdliyyah yang selama ini dipedomani warga nahdliyyin.

Fakta ini disampaikan Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Muhibbin Zuhri, berdasarkan hasil kajian para dosen dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terhadap sejumlah situs Islam yang beredar luas di internet.

"Saya pernah menugaskan mahasiswa untuk meneliti semua situs Islam di internet. Hasilnya, 67 persen berisi ajaran Aswaja palsu. Sisanya 33 Persen, termasuk Asawaja. Itu pun, bukan Aswaja yang dipedomani NU," katanya, Minggu (16/6/2019).

Karena itu, dosen UINSA Surabaya ini mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati. Tidak begitu saja mempercayai semua yang ditulis. Sebab, isinya bukan mencerahkan, tetapi malah menyesatkan.

"Ini lah bahaya-bahayanya kalau belajar dari Mbah Google. Karena nyatanya banyak situs palsu yang mendompleng nama Aswaja. Karena itu belajar itu harus ada tempatnya dan gurunya agar tidak tersesat," ujar Muhibbin.

Sementara itu, mengantisipasi penyebaran faham di luar Aswaja merebak di masyarakat, Kiai Muhibbin juga mengimbau warga nahdliyyin untuk terus memakmurkan masjid di wilayah masing-masing. Sebab, belakangan, banyak masjid yang awalnya beramaliah Aswaja An Nahdliyah, berubah dengan ajaran paham radikal yang gemar mengafirkan dan membidahkan amaliah warga NU.

Padahal masjid-masjid itu awalnya didirikan oleh warga NU. Bahkan masjid itu dihibahkan untuk syiar NU. Namun karena warga NU lebih senang shalat di rumah, akhirnya masjid itu dikuasai oleh orang lain dengan faham yang bertolak belakang dengan ajaran Aswaja An Nahdliyah.

"Kondisi ini (Masjid berubah amaliah) banyak terjadi di kompleks perumahan. Maka, ini harus diantisipasi. Mari makmurkan masjid di wilayah masing-masing. Pastikan, amaliah ubudiah dan i'tiqodiyah Aswaja Annahdliyyah tetap dipedomani," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal