Oknum Ulama Diduga Jadi Otak Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 27 Mei 2019 - 13:43 WIB
Oknum Ulama Diduga Jadi Otak Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Kapolda Jatim melakukan gelar perkara terkait kasus pembakaran Mapolsek Tambelang di Sampang Madura. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id - Kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang diotaki seorang tokoh agama, atau habaib. Ulama keturunan Arab di daerah tersebut memang merencanakan aksi perusakan dan mobilisasi massa.

Polisi mengamankan seorang habaib berinisial AKA. Dia diduga menjadi aktor intelektual dari aksi pada 22 Mei membakar Mapolsek Tambelangan di Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur (Jatim).

"Kelima tersangka ada oknum habib. Dia juga menjadi aktor intelektualnya, yang merencanakan dan menyiapkan sumbu molotov dan menggelar rapat," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (27/5/2019).

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Selain mengamankan AK, polisi juga menangkap empat orang pelaku, yakni HN, HI, AL dan SP. Mereka adalah oknum anggota dari sejumlah ormas, yakni Front Pembela Islam (FPI), Laskar Sakera dan Laskar Pembela Islam (LPI).

Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis meliputi pasal 200 KHUP, pasal 187 KUHP dan pasal 170 KUHP. Karena selain pembakaran, terjadi juga penjarahan, karena dalam insiden tersebut banyak barang-barang yang hilang.

"Misal alat cas terbakar, tapi HT dan laptop tidak ada. Kami akan kembangkan dengan pasal penjarahan," katanya.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita 38 bom molotov yang siap digunakan. Selain itu, ada pecahan bom molotov yang sudah dilempar, yang mengakibatkan bangunan mapolsek ludes terbakar.

BACA JUGA: Khofifah Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang

"Ada 3 mobil terbakar meliputi dua mobil patroli dan satu mobil milik warga, dan 11 kendaraan roda dua terbakar. Kemudian polisi juga mendapatkan alat-alat komunikasi yang ditemukan dari rumah tersangka," katanya.

Hasil penyelidikan polisi, kasus pembakaran ini dipicu kabar hoaks tentang penangkapan ulama Madura di Jakarta saat kerusuhan 21 Mei lalu.

Massa yang termakan hoaks marah, dan mendatangi mapolsek dan melakukan pembakaran. Massa berjumlah sekitar 200 orang tersebut melemparkan bom molotov hingga mapolsek terbakar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal