Pacitan Diguncang Gempa, BMKG: Bukti Sesar Grindulu Masih Aktif dan Patut Diwaspadai

Ihya' Ulumuddin, Antara ยท Jumat, 08 November 2019 - 10:35 WIB
Pacitan Diguncang Gempa, BMKG: Bukti Sesar Grindulu Masih Aktif dan Patut Diwaspadai

Gempa Pacitan M3,1 pada Kamis malam (8/11/2019) menjadi bukti Sesar Grindulu yang strukturnya membelah Kota Pacitan, Jatim, masih aktif. (Foto: Istimewa)

PACITAN, iNews.idGempa bumi bermagnitudo 3,1 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), pada Kamis (7/11/2019) malam. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut membuktikan Sesar Grindulu masih aktif dan patut diwaspadai.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, melihat lokasi episenter gempa di Pacitan, diduga kuat bahwa pembangkit gempa ini Sesar Grindulu. Sesar ini terbentuk pada zaman kwarter yang berorientasi timur laut-barat daya.

“Meskipun gempa tidak terlalu berdampak, gempa dengan pusat di daratan Pacitan menjadi bukti penanda bahwa struktur Sesar Grindulu masih aktif sehingga patut untuk diwaspadai,” kata Daryono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Daryono mengatakan, mekanisme sumber gempa ini sesar geser (strike slip) dengan arah timur laut-barat daya. Ini sesuai dengan karakteristik Sesar Grindulu yang memang merupakan sesar geser.

 

BACA JUGA: Gempa Hari Ini Guncang Kendari 2 Kali, BMKG Sebut akibat Sesar Lawanopo

 

Dalam beberapa literatur hasil kajian, jalur Sesar Grindulu melintasi lima kecamatan, yakni Kecamatan Bandar, Nawangan, Unung, Arjosari, serta Donorojo.

Sesar mayor memiliki sesar-sesar minor yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Pacitan. Beberapa ahli menduga struktur Sesar Grindulu yang membelah Kabupaten Pacitan ini mencapai lereng Gunung Wilis di Kabupaten Ponorogo.

Hasil monitoring BMKG hingga Jumat (8/11/2019) pukul 08.00 WIB, belum ada aktivitas gempa susulan di Pacitan. Selain itu belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut.

“Sayangnya, seluruh jalur sesar ini belum dipetakan secara rinci, sehingga dengan kejadian gempa tadi malam penting tampaknya menjadi momen untuk melakukan identifikasi Sesar Grindulu secara lebih komprehensif,” katanya.

 

BACA JUGA: Ada Tiga Sesar Aktif, BMKG Sebut Kaltim Tak Bebas Potensi Gempa dan Tsunami

 

Menurut Daryono, jika perlu ada kajian sejarah kegempaan purba (paleoseismologi) yang terekam dalam lapisan batuan berusia ribuan tahun sepanjang Sungai Grindulu. Hal itu dapat membantu memberikan petunjuk mengungkap periodisitas gempa kuat yang pernah terjadi dipicu struktur sesar ini pada masa lalu.

“Kajian perlu dilakukan agar tidak terjadi lagi seperti Sesar Opak di Yogyakarta yang ternyata aktif kembali memicu peristiwa gempa besar pada 27 Mei 2006,” katanya.

Dia menanbahkan, wilayah Kabupaten Pacitan memang termasuk salah satu kawasan paling rawan gempa tektonik di Jatim. Pacitan masuk kategori risiko tinggi karena berhadapan dengan zona Megathrust selatan Jawa dan juga terletak di jalur Sesar Grindulu. “Jadi penting dilakukan kajian bahaya dan risiko gempa di wilayah tersebut,” ujarnya.


Editor : Maria Christina