Pasar Lawang Malang Terbakar, Lebih dari 500 Kios Hangus Dilalap Api

Saif Hajarani ยท Kamis, 18 April 2019 - 08:37 WIB
Pasar Lawang Malang Terbakar, Lebih dari 500 Kios Hangus Dilalap Api

Api membakar lebih dari 500 kios di Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Jatim, Kamis (18/4/2019). (Foto: iNews/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Kebakaran melanda Pasar Lawang di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Rabu (17/4/2019) malam. Lebih dari 500 kios, los dan toko pedagang di Jalan Dr Wahidin itu, ludes dilahap api. Pemadaman api berlangsung lama dan hingga Kamis dini hari (18/4/2019).

Petugas pemadam kebakaran masih menemukan titik api pada Kamis pagi dan masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Sementara para pedagang mulai mendatangi lokasi kebakaran Kamis pagi untuk mencari dan mengais-barang barang yang masih bisa digunakan.

Pantauan di Pasar Lawang, Rabu malam (17/4/2019), api dengan cepat membesar lantaran material dalam pasar yang mudah terbakar. Ratusan kios yang berada di dalam Pasar Lawang habis terbakar dalam waktu tidak lama. Beberapa kali ledakan juga terdengar di tengah kebakaran yang terjadi.

BACA JUGA:

Korsleting Listrik, Pasar Pagesangan di Mataram Ludes Terbakar

Pasar Lawang Hangus Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Para pedagang tampak histeris melihat kios yang dimilikinya ikut terbakar. Mereka berbondong-bondong berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka.

Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Lawang Lukman mengatakan, api pertama kali terlihat dari kios tempat berjualan barang bekas dan mebel. Warga yang melihat pun langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

“Kejadian awalnya, titik api mulai dari bawah, kios lantai dasar, kios mebel sama rombeng. Kondisi pasar banyak yang tutup. Enggak tahu apa penyebabnya, api baru terdeteksi setelah terlihat di lantai atas,” katanya.

Para pedagang menyesalkan puluhan hidran di sekitar pasar yang tak berfungsi. Hal ini membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena tidak ada sumber air. Kebakaran pun merembet hingga ke utara pasar.

“Sejak revitalisasi pasar tahun 1992, banyak titik-titik hidran di sini kosong, hanya instalasi alat saja. Jadi tadi dipakai sama damkar, tidak ada isinya. Akibatnya pemadaman kebakaran tertunda karena kekurangan air dan cukup makan waktu,” ujarnya.

Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo mengatakan, pemadam kebakaran Pemkab Malang menerjunkan tujuh unit mobil pemadam dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu ke Pasar Lawang untuk memadamkan api. Namun, pemadaman baru berhasil dilakukan.

“Kita berharap api bisa segera dipadamkam. Untuk penyebab kebakaran belum bisa kita ketahui karena kita belum bisa. Korban jiwa sampai saat ini tidak ada,” katanya.


Editor : Maria Christina