Pastikan Warga NU Tak Ikut People Power, PWNU Jatim Ajak Tebarkan Kedamaian

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 17 Mei 2019 - 21:29 WIB
Pastikan Warga NU Tak Ikut People Power, PWNU Jatim Ajak Tebarkan Kedamaian

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Agus Ali Masyhuri (Gus Ali) memastikan gerakan people power steril dari massa Nahdlatul Ulama (NU).

Pengasuh Ponpes Bumi Solawat Tulangan Sidoarjo ini juga menggaransi, tidak ada warga Nahdliyyin dari Jawa Timur yang ikut ke Jakarta, sebagaimana digaungkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

"Saya ini Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim. Saya pastikan, tidak ada warga NU yang ke Jakarta," kata Gus Ali seusai acara buka bersama Forkopimda Jatim di Mapolda Jatim, Jumat (17/5/2019).

Menurut Gus Ali, jika ada pihak yang tidak sepakat dengan hasil penghitungan KPU, dirinya mengimbau agar menyelesaikannya lewat jalur hukum. Bukan justru mengerahkan massa yang akan memecah belah bangsa. 

"Sepanjang peradaban manusia, emosi dan kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Republik ini butuh damai. Bukan butuh onar," katanya. 

BACA JUGA:

Ulama di Pasaman Barat Minta Masyarakat Tak Ikut-ikutan People Power

Tokoh Agama di Sukabumi Minta Warga Tak Hiraukan Ajakan People Power

Menyikapi situasi politik yang memanas seperti saat ini, Gus Ali meminta semua pihak untuk menyebarkan kedamaian. Bukan sebaliknya, menyebarkan permusuhan di tengah-tengah masyarakat. 

"Sebarkan salam, cinta kasih dan damai. Barang siapa yang mau menjadi orang besar, harus berpikir besar dan berjiwa besar. Kalau tidak ada kepuasan, tempuh prosedur yang ada," katanya. 

Sementara itu, Majlis Ulama Indonesia (MUI) juga telah berkomunikasi dengan 73 pimpinan organisasi Islam di Jawa Timur untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif. MUI juga menyerukan kepada para pimpinan ormas untuk mencegah ummatnya ikut dalam gerakan people power yang inkonstitusional. 

"Kami sudah sampaikan kepada seluruh ormas islam. Mari jaga persatuan ini. Jangan membuat gerakan provokatif yang mengancam perpecahan bangsa," kata Wakil Ketua MUI Jatim KH Abdul Mutholib.

 


Editor : Kastolani Marzuki