Pelajar di Malang Menang Duel Lawan Pembegal yang Ingin Perkosa Pacarnya

Avirista Midaada, Okezone ยท Rabu, 11 September 2019 - 15:01 WIB
Pelajar di Malang Menang Duel Lawan Pembegal yang Ingin Perkosa Pacarnya

Polisi mengevakuasi pelaku begal yang tewas ditikam korbannya di kebun tebu. (Foto: Okezone).

MALANG, iNews.id - Seorang pelajar di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), ditangkap polisi karena telah menikam pelaku begal hingga tewas. Korban bersama komplotannya diduga hendak merampok pelaku yang sedang bersama pacarnya di perkebunan tebu.

Insiden ini terjadi di Desa Godanglegi Kulon, Kecamatan Godanglegi pada Minggu (8/9/2019) sore. Ketika itu, pelaku ZA (17), siswa kelas 2 SMA ini keluar bersama kekasihnya V (17). Tiba-tiba saja, sekelompok pemuda mendatangi mereka.

Ada empat orang pelaku begal yang diduga kerap beraksi di wilayah Kabupaten Malang. Dua di antaranya mendekat ZA dan V, sedangkan sisanya mengawasi sekitar. Mereka meminta ponsel dan motor ZA. Selain itu, mereka diduga menggoda kekasih pelaku.

BACA JUGA: Kabur usai Beraksi, 2 Pelaku Begal di Cimahi Malah Masuk Markas TNI

"Para pelaku begal diduga hendak memerkosa V, pacar ZA," kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, kepada wartawan di Mapolres Malang, Jatim, Rabu (11/9/2019).

ZA yang emosi berusaha membela diri dengan mengeluarkan pisau yang digunakan untuk praktek di sekolah dari dalam jok sepeda motornya. ZA sempat berduel dengan pelaku begal atas nama Misnan, sebelum akhirnya dia menikam dada korban dengan pisau tersebut hingga tewas di lokasi.

Melihat rekannya tersungkur pelaku lainnya, yakni Ali Wafa dan dua orang lainnya melarikan diri. Jasad Misnan sendiri ditemukan warga sekitar pada Senin siang kemarin. Dari hasil olah TKP, polisi memastikan korban tewas akibat luka tikam di bagian dada.

BACA JUGA: Mengaku Tak Sengaja, Pelaku Begal Payudara di Madina Sumut Diamuk Massa

"Status ZA sudah naik sebagai tersangka. Namun dia juga korban begal," ujarnya.

Sesuai undang-undang, pelaku pembunuhan pasti ditetapkan sebagai tersangka. Namun untuk kasus yang menimpa ZA, polisi tidak akan menahan tersangka, karena dia melakukan pembelaan diri, apalagi terkait harkat orang lain, sehingga berstatus overmacht.

"Kalau overmacht, status tersangka ZA bisa saja digugurkan oleh pengadilan saat pemberkasan kepolisian diserahkan. Tapi yang memutuskan nanti pengadilan, bukan kepolisian," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal