Pelaku Mutilasi Perempuan di Malang Ditangkap, Motif Masih Misteri

Deni Irwansyah ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 08:42 WIB
Pelaku Mutilasi Perempuan di Malang Ditangkap, Motif Masih Misteri

Terduga pelaku kasus mutasi di Pasar Besar Malang saat ditangkap polisi. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Kasus mutilasi yang menggemparkan warga Kota Malang, Jawa Timur, perlahan mulai terkuak. Polisi telah menangkap terduga pelaku, namun motifnya masih menjadi misteri.

Informasi yang diperoleh iNews, terduga pelaku yakni bernama Sugeng (49), warga Jodipan-Blimbing, Kota Malang. Dia ditangkap saat sedang tiduran di kawasan Jalan Martadinata, tak jauh dari lokasi Pasar Besar Malang, yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan enam potongan tubuh korban.

Petunjuk penangkapan ini berdasarkan tulisan menyerupai tato di bagian telapak kaki kanan korban. Di situ tertulis nama Sugeng dengan huruf kapital.



“Jadi saat penangkapan, anjing pelacak mengarah ke lokasi terduga pelaku. Kami panggil nama Sugeng dan terduga pelaku menyahut. Di situ dia langsung diamankan,” ujar Kapolres Kota Malang AKBP Asfuri, Rabu (15/5/2019).

BACA JUGA: Tulisan Misterius di Lokasi Penemuan Mayat Korban Mutilasi di Pasar Besar Malang

Hasil penyidikan sementara, Sugeng telah mengakui memutilasi korban. Namun dia membantah telah membunuh.

“Pengakuannya, dia memutilasi korban tiga hari setelah meninggal. Namun masih kami dalami,” kata Kapolres.

Sugeng mengaku tidak tahu tentang identitas korban, dia mengenalnya sembilan hari silam. Saat itu korban memperkenalkan diri dengan nama Maluku dan sedang dalam kondisi sakit hingga akhirnya meninggal.

Diketahui, warga di kawasan Pasar Besar Malang (PBM) Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), digegerkan dengan penemuan mutilasi mayat perempuan yang telah membusuk, Selasa (14/5/2019).

Mayat tanpa identitas itu ditemukan dalam kondisi tanpa busana, hanya mengenakan celana dalam saja. Tubuhnya tepotong menjadi enam bagian dan tercecer di lantai dua bangunan bekas Matahari Department Store, tepatnya di atas pasar tradisional.


Editor : Donald Karouw