Pembakaran Mapolsek Tambelangan di Sampang, Polda Jatim Tangkap 4 Orang Lagi

Ihya' Ulumuddin · Jumat, 31 Mei 2019 - 13:35 WIB
Pembakaran Mapolsek Tambelangan di Sampang, Polda Jatim Tangkap 4 Orang Lagi

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan perkembangan penanganan kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (31/5/2019).(Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Polda Jatim kembali mengamankan empat orang dalam kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang, Madura. Masing-masing, M, A, N, dan AM. Satu di antaranya telah menjadi tersangka dan ditahan sedangkan tiga lainnya sebagai saksi.

“Dengan penangkapan ini, maka sudah ada 10 yang kita amankan. Enam di antaranya menjadi tersangka dan lainnya sebagai saksi,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (31/5/2019).

Luki menjelaskan, ada dua tahap penangkapan dalam kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan. Tahap pertama berjumlah enam orang. Mereka terdiri atas otak atau aktor intelektual pembakaran, serta empat pelaku lapangan. Sementara satu orang lagi hanya menjadi saksi.

BACA JUGA:

Polda Jatim Tangkap Lagi 3 Habaib Diduga Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Polda Masih Buru 5 Oknum Habaib Diduga Pelaku Pembakaran Mapolres Tambelangan

Tahap kedua berjumlah empat orang. Namun, hanya satu yang menjadi tersangka yang menfasilitasi aksi pembakaran. Sementara tiga lainnya hanya menjadi saksi.

“Ini masih belum selesai. Masih ada pelaku lain yang diburu,” katanya.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Gupuh Setiyono mengatakan, empat orang yang diamankan pada tahap kedua ini rata-rata hanya sebagai sopir, pemilik kendaraan hingga saksi mata saja. Karena itu, mereka lepas dari sangkaan dan hanya menjadi saksi.

“Enggak (bukan pelaku pembakaran). (empat orang) Itu sopir aja. Inisialnya M, A, N sama yang terakhir AM. Itu sopir dan pemilik kendaraan sama itu,” katanya.


BACA JUGA: Oknum Ulama Diduga Jadi Otak Pembakaran Mapolsek Tambelangan


Mapolsek Tambelangan, Sampang, sebelumnya dibakar 200-an massa. Pembakaran terjadi pada Rabu (22/5/29019) malam, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Massa itu selanjutnya melempari Mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas hingga akhirnya terjadi pembakaran dengan pelemparan bom molotov.

Hasil penyelidikan polisi, kasus pembakaran ini dipicu kabar hoaks tentang penangkapan ulama Madura di Jakarta saat kerusuhan aksi 21 Mei lalu. Massa yang termakan hoaks marah, dan mendatangi Mapolsek Tambelangan dan melakukan pembakaran.


Editor : Maria Christina