Pembantu Sekap Majikan di Probolinggo, Polisi: Pelaku Sulit Berkomunikasi

Hana Purwadi ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 17:45 WIB
Pembantu Sekap Majikan di Probolinggo, Polisi: Pelaku Sulit Berkomunikasi

Proses pemeriksaan terhadap Husni, pembantu rumah tangga yang menyekap majikannya sendiri di Probolinggo. (Foto: iNews/Hana Purwadi).

PROBOLINGGO, iNews.id - Polisi masih terus mendalami keterangan dari Husni (30), pembantu rumah tangga yang menyekap majikannya, Nurhasanah (45), di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim). Pelaku dinilai mengalami gangguan dalam berkomunikasi, sehingga menyulitkan polisi mengumpulkan keterangan pelaku.

Wakapolres Probolinggo Kota, Kompol Fauzi mengatakan, sulitnya komunikasi pelaku memakasa tim penyidik harus sabar. Bahkan polisi menerjunkan lebih dari satu penyidik untuk memahami jawaban dari Husni.

"Pelaku mengalami keterbatasan berbicara. Rencana akan kami bawa ke psikiater," kata Fauzi kepada wartawan di Mapolres Probolinggo Kota, Jatim, Kamis (15/8/2019).

Selain kendala berbicara, kata dia, pelaku juga sulit berinteraksi dan memahami pertanyaan polisi. Karena itu, penyidik masih belum bisa memastikan motif dari pelaku menyekap majikannya. Sebab, keterangan sementara pelaku kesal dengan korban.

BACA JUGA: Cemburu setelah Lihat Foto, Pembantu Rumah Tangga di Probolinggo Sekap Majikan

Menurut dia, ada masalah lain di luar foto majikannya dirangkul teman prianya. Kepada petugas, dia mengaku, majikannya Nurhasanah sempat menuduh Husni pergi dari rumah tempatnya bekerja dan dilaporkan ke orang tuanya.

"Jadi kami masih harus dalami. Lalu memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu," ujar dia.

Sebelumnya, Husni nekat menyekap majikannya Nurhasanah di dalam kamar rumah korban, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Rabu (14/8/2019) malam. Bahkan, dia sempat mengancam akan membunuh teman majikannya itu.

Namun dari keterangan sementara pelaku, polisi menduga ada persoalan lain di luar cemburu buta Husni terhadap Nurhasanah. Namun, hal ini masih perlu didalami lantaran pelaku diduga memiliki kelainan dalam berkomunikasi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal