Pembegal Guru di Pasuruan Ditangkap Polisi, Barang Bukti Disimpan Pelaku dalam Bungker

Jaka Samudra ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 23:43 WIB
Pembegal Guru di Pasuruan Ditangkap Polisi, Barang Bukti Disimpan Pelaku dalam Bungker

Pelaku begal motor diinterogasi polisi di Polsek Lekok, Pasuruan Jatim. (Foto:iNews.id/Jaka Samudra).

PASURUAN, iNews.id - Pelaku begal motor milik guru sekolah dasar bernama Sariyati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas karena berusaha kabur saat akan di bawa ke kantor polisi. Saat rumahnya diperiksa, polisi juga menemukan bungker untuk menyimpan hasil kejahatannya.

Rumah begal sepeda motor Abdul Imam (23) di Desa Sumberdawesari Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan digerebek polisi dari Polsek Lekok, Pasuruan, Rabu (16/10/2019). Polisi juga membongkar sebuah bungker di jamban tradisional, tempat penyimpanan hasil kejahatan milik pelaku.
Di dalam bungker, polisi menemukan sejumlah barang bukti di antaranya motor pretelan dan surat dokumen penting sekolahan dan identitas korban.

Dihadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya dan melakukan aksi bersama satu temannya yang kini melarikan diri. “Saat melakukan aksi kejahatan, saya turun dan mengancam pakai clurit ke korban,” kata Abdul Imam di hadapan polisi.

Dari pengakuan pelaku, korban dipepet saat pulang mengajar. Pelaku juga mengancam korban dengan celurit. Korban yang ketakutan lalu menyerahkan motor matiknya di Jalan Pesisir Laut Plalaan, Desa Wates, Kecamatan Lekok yang memang sepi.

Untuk menyiasati petugas, pelaku menyimpan barang bukti ke dalam banker. Sepeda motornya milik korban dijual dan uangnya digunakan untuk kebutuhan keluarganya.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sementara menurut Kapolsek Lekok, AKP Miftakhul, korban melapor ke polisi atas pembegalan yang dialaminya. Polisi yang menindaklanjuti laporan korban dapat menangkap pelaku hanya dalam lima hari setelah kejadian.

“Barang bukti disimpan di bungker di jamban di halaman rumah korban,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel, kartu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) milik korban, satu buah celurit dan badik milik pelaku serta pakaian milik pelaku saat melakukan aksinya. Sementara satu pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran.

Kini pelaku meringkuk di tahanan dan polisi terus mengembangkan kasusnya. Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara.

 


Editor : Umaya Khusniah