Pemilik Toko Batik di Madiun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tempat Tidurnya

Avirista Midaada, Okezone ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 09:58 WIB
Pemilik Toko Batik di Madiun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tempat Tidurnya

Petugas Polres Madiun memasang garis polisi di rumah tempat penemuan mayat pemilik toko batik, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Kecamatan Caruban, Kabupaten Madiun, Jatim, Senin (12/8/2019). (Foto: Okezone)

MADIUN, iNews.id – Warga Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Kecamatan Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat pemilik toko batik di kawasan itu, Minggu malam (11/8/2019). Kondisi jenazah pria bernama Darwin Susanto (35) itu bersimbah darah.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban. Informasi dari warga, korban pertama kali ditemukan oleh adik iparnya bernama Susilo Utomo (32). Susilo mampir ke toko milik Darwin pada Minggu malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, dia malah menemukan kakak iparnya sudah tewas di tempat tidur. Kondisinya berlumuran darah di bagian kepala samping kanan dan telapak tangan kanan. Susilo juga melihat percikan darah di dinding kamar.

“Korban ditemukan dengan kondisi banyak darah di tempat tidur dan tembok kamar dengan posisi telentang. Korban mengenakan kaus kuning dan sarung coklat,” kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono ketika dikonfirmasi, Senin (12/8/2019).

BACA JUGA:

Warga Nagan Raya Aceh Tewas Bersimbah Darah di Kebun Sawit, Diduga Dibunuh

Geger, Siswa SMK Pelayaran Medan Ditemukan Tewas di Sunggal Deliserdang

Korban sehari-hari tinggal bersama istri dan anaknya yang masih balita. Namun saat jenazah Darwin ditemukan, sang istri dan anaknya tidak ada di lokasi kejadian.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan memastikan penyebab kematian korban,” ujar Ruruh.

Petugas Polres Madiun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu malam untuk menyelidiki kasus kematian pemilik toko batik itu. Polisi juga juga sudah memasang garis polisi di toko tempat korban ditemukan tewas.


Editor : Maria Christina