Pemkot Surabaya Luncurkan Perpustakaan Berbasis Digital

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 20 Februari 2019 - 13:46 WIB
Pemkot Surabaya Luncurkan Perpustakaan Berbasis Digital

Salah satu taman baca milik Pemkot Surabaya di Rusun Grudo. Koleksi buku di taman baca seperti ini sekarang bisa diakses secara digital melalui program DILS. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Pemkot Surabaya meluncurkan program Digital Integrated Library System (DILS) atau perpustakaan berbasis digital. Melalui program ini, masyarakat bisa membaca dan mengakses berbagai literatur, koleksi perpustakaan Kota Surabaya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi mengatakan, sejak tahun 2014, Surabaya sudah mencanangkan kota literasi. Karena itu koleksi buku dan layanan baca terus diperbanyak. Saat ini misalnya, Pemkot Surabaya sudah mengelola 461 Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tersebar di berbagai kelurahan.

Jumlah ini belum termasuk dua perpustakaan daerah yang ada di Balai Pemuda dan Rungkut. Di luar itu, Pemkot Surabaya juga melakukan pendampingan terhadap 811 perpustakaan sekolah di SD, SMP dan madrasah.

“Nah, untuk mengelola banyaknya perpustakaan, dibutuhkan sistem yang mampu memonitor dan mengawasi petugas serta kegiatannya agar pelayanan perpustakaan lebih efektif dan efisien. Makanya, kami buat DILS ini,” katanya.

BACA JUGA: RSU Muhammad Noer Jadi Rumah Sakit Rujukan di Madura dan Kepulauan

Musdiq mengurai, DILS merupakan sistem perpustakaan terintegrasi digital. Digunakan untuk mengelola data, terutama mengenai koleksi buku, e-book, maupun sumber referensi lain agar dapat diakses secara terbuka dan gratis oleh masyaraka. DILS ini dapat diakses melalui: http://dispusip.surabaya.go.id/dils.

“Sistem ini masih baru dan kami bagi menjadi dua konten, yaitu internal melalui e-TBM dan eksternal melalui library one search (LOS),” katanya, Rabu (20/2/2019).

Konten e-TBM yang hanya bisa diakses Dinas Arsip dan Perpustakaan ini merupakan sistem pengelolaan transaksi dan aktifitas perpustakaan, baik di perpustakaan umum, TBM, maupun perpustakaan sekolah. Tujuan permbuatan e-TBM ini adalah sebagai media monitoring internal organisasi secara online.

“e-TBM ini bisa digunakan untuk pengawasan terhadap kinerja petugas di lapangan, pendataan aktifitas di setiap perpustakaan, pemetaan koleksi buku di seluruh titik layanan hingga pendataan pengunjung.,” ujarnya.

Sementara untuk konten LOS merupakan sistem portal pencarian online satu pintu. Meliputi judul, tema, topik dan lain-lain. Sesuai kata kunci pencarian. Berasal dari empat akses utama, yaitu buku koleksi perpustakaan/katalog, e-book, video referensi dan referensi ilmiah yang ada di perguruan tinggi.

“Melalui sistem yang terbuka untuk umum ini, bisa mencari katalog atau koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan TBM. Kami juga sudah menyediakan e-book untuk menfasilitasi masyarakat yang ingin membaca langsung melalui ponselnya. Selain itu kami juga sudah sediakan video referensi misalnya cara beternak dan memasak,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw