Pemkot Tak Akan Beri Santunan Korban Tragedi Surabaya Membara

Antara ยท Sabtu, 10 November 2018 - 14:35 WIB
Pemkot Tak Akan Beri Santunan Korban Tragedi Surabaya Membara

Sejumlah penonton drama kolosal Surabaya Membara terjatuh dari viaduck dan terlindas kereta. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan tidak akan memberikan santunan kepada para korban meninggal maupun luka-luka atas insiden drama kolosal "Surabaya Membara" yang digelar di Jalan Pahlawan, Surabaya pada Jumat (9/11/2018) malam.

"Kami tidak ada itu (santunan). Nanti kalau begitu, (diberi santunan) semua akan begitu. Tidak bisa seperti itu. Ini sudah sudah saya sampaikan ke sekda (sekretaris daerah)," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai upacara Hari Pahlawan di Taman Surya Surabaya, Sabtu (10/11/2018).

Hanya saja, kata Risma, Pemkot Surabaya akan merawat tuntas semua korban "Surabaya Membara" yang sampai saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandhie. "Kami juga lihat uang (anggaran), tidak ada tunai. Ini pun untuk penghargaan Hari Pahlawan, kami urunan," ujarnya.

BACA JUGA: 

Kemenhub Beri Santunan untuk Korban Tragedi Surabaya Membara

Tragedi Surabaya Membara Menuai Kecaman, Siapa Bertanggung Jawab?

Ini Identitas 16 Korban Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto sebelumnya mengatakan acara "Surabaya Membara" yang mengakibatkan tiga orang meninggal dan belasan orang luka-luka, bukan kegiatan dari kegiatan Pemkot Surabaya. "Tidak ada permintaan pengamanan dan kesehatan dari Pemkot Surabaya. Dari kami tidak ikut terlibat," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, Pemkot Surabaya ikut membantu evakuasi para korban yang terluka untuk dibawa ke rumah sakit. Pemkot juga melakukan pendataan para korban meninggal dan terluka agar bisa dihubungkan dengan pihak keluarga.

Menurut Eddy, kejadian tersebut berawal dari penonton yang melihat Surabaya Membara dari atas viaduk yang berdekatan dengan rek kereta api. Namun, lanjut dia, pada saat kereta api melewati viaduk tersebut belasan terjatuh dari atas viaduk.

Data sementara yang dihimpun atas kejadian tersebut yakni tiga orang meninggal dunia, 12 orang dirawat ke RSUD Soewandhie, empat dirawat di RSUD Soetomo dan tiga orang dirawat ke RS PHC.


Editor : Himas Puspito Putra