Penambang Pasir Cabuli Bocah 5 Tahun di Blitar, Pelaku Dipergoki Ibu Korban

Robby Ridwan ยท Selasa, 10 September 2019 - 16:59 WIB
Penambang Pasir Cabuli Bocah 5 Tahun di Blitar, Pelaku Dipergoki Ibu Korban

Tersangka pencabulan anak, Moh Toyib, saat diperiksa di Mapolres Blitar Kota, Jawa Timur, Selasa (10/9/2019). (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id – Seorang penambang pasir di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), Moh Toyib (38), tega mencabuli seorang bocah lima tahun yang juga tetangg dan masih kerabatnya. Aksi bejat bapak satu anak itu dipergoki oleh ibu kandung korban.

Pelaku, warga Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar itu, diduga sengaja melakukan aksi bejatnya di rumah paman korban yang sepi, Senin, 2 September lalu. Ibu kandung korban yang sudah curiga kepada tersangka langsung mendobrak pintu kamar.

Dia pun syok menemukan putri kecilnya sudah tidak mengenakan celana dan menemukan pelaku di sana. Orang tua korban yang tidak terima kemudian melaporkan pelaku kepada pihak yang berwajib pada hari itu juga.

BACA JUGA:

Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil, Ayah Bejat Tewas Ditembak Polisi di Bungo

Polisi Tangkap Guru Olahraga SD di Batam karena Cabuli 6 Siswinya

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Heri Sugiono mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari ibu korban, polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Polisi juga mengumpulkan barang bukti saat kejadian itu.

Polisi kemudian mengamankan pelaku saat bekerja menambang pasir di lereng Gunung Kelud. Petugas Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota selanjutnya menggelandang pelaku Moh Toyib.

“Karena bukti sudah cukup, tersangka kami tangkap kemarin dari tempat bekerjanya. Tersangka juga mengakui perbuatannya,” kata Heri Sugiono di Mapolres Blitar Kota, Selasa (10/9/2019).

Heri mengatakan, aksi bejat pelaku berawal dari korban yang meminta es buah. Pelaku lalu merayu korban dan memberikan es kepada korban. “Setelah korban mendapatkan es, tersangka melakukan pencabulan terhadap anak itu dan diketahui oleh ibu korban,” kata Heri.

Sementara dari pemeriksaan polisi, pelaku mengakui mencabuli bocah lima tahun, putri tetangga yang juga masih kerabatnya. Dia mengaku tega melakukannya karena sudah satu bulan tidak berhubungan badan dengan istri.

“Awalnya saya kasih es buah. Setelah saya kasih es buah, saya raba-raba, trus saya tidurkan. Dia enggak nangis. Dia baru menangis waktu ibunya datang dan berteriak,” kata tersangka pencabulan, Moh Toyip.

Polisi masih menangani kasus ini. Dari hasil pemeriksaan petugas medis, alat kelamin korban mengalami luka sobek. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.


Editor : Maria Christina