Penjaga Warung di Pasuruan Tewas Dibunuh, Pelakunya Diduga Teman Tidur

Ihya' Ulumuddin, Jaka Samudra ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 14:25 WIB
Penjaga Warung di Pasuruan Tewas Dibunuh, Pelakunya Diduga Teman Tidur

Petugas Polsek Rejoso melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat penjaga warung di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Rabu (14/8/2019). (Foto: iNews/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Seorang penjaga warung di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), ditemukan tewas, Rabu (14/8/2019). Korban bernama Widi Hartono (35), ini tertelungkup di dekat rel kereta api dengan luka cukup parah di kepala dan tangan.

Polisi memastikan korban tewas akibat penganiayaan. Pasalnya, pada tubuh korban terdapat luka akibat benda tajam. Polisi belum mengetahui pelaku pembunuhan itu. Namun, dugaan sementara mengarah kepada pria dengan keterbelakangan mental yang kerap tidur bersama korban. Hal ini sesuai dengan keterangan sejumlah warga.

“Korban pertama kali ditemukan tukang rumput. Waktu itu dia melintas di dekat rel dan melihat benda tertutup sobekan kain. Begitu dibuka, ternyata mayat. Dia kemudian melaporkan kepada warga,” kata warga, Ahmad Rifai, Rabu (14/8/2019).

BACA JUGA:

Tragis, Calon Pengantin Perempuan Tewas di Hari Pernikahannya di Gowa Sulsel

Sopir Truk di Mesuji Tewas usai Dibacok saat Sedang Tidur

Rifai mengaku kenal dengan korban tersebut. Dia pekerja warung makan. Sesuai identitas, korban warga Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

“Kata orang-orang, pelakunya teman sendiri yang punya keterbelakangan mental. Memang dia (korban) ini sering tidur bareng karena takut pulang seusai bekerja di warung,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Rejoso Bripka Budi Triyanto mengatakan, korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Sudarsono Pasuruan untuk diautopsi, Rabu pagi tadi. Polisi masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

“Dugaan sementara pelakunya orang dengan keterbelakangan mental. Tetapi ini masih diselidiki. Kami masih mencari sebab lain pembunuhan ini,” katanya.


Editor : Maria Christina