Penjelasan BMKG soal Jenis Gempa 6,4 SR di Situbondo

Antara ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 05:54 WIB
Penjelasan BMKG soal Jenis Gempa 6,4 SR di Situbondo

Kondisi bangunan yang hancur karena gempa di Situbundo, Kamis (11/10/2018). (Foto: BNPB)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggolongkan gempa bumi yang mengguncang Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB, sebagai gempa jenis dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Dia mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi yang bertitik di Laut Bali itu dibangkitkan oleh deformasi atau pemisahan batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik.

Guncangan, lanjut dia, dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI. Sementara kawasan Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan di angka III MMI.

Hasil pemodelan menunjukkan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga pukul 02.30 WIB atau hampir 1 jam pascagempa utama, hanya terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,4 SR.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, sejauh ini tiga orang meningga dunia. Para korban merupakan warga Desa Prambanan dan Jambusok, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, yang tertimpa bangunan. Di antara korban tewas merupakan bocah tujuh tahun.


Editor : Haryo Jati Waseso