Perekam dan Pengunggah Video Mesum Pelajar SMK di Tuban Bisa Dijerat UU ITE

Pipiet Wibawanto ยท Jumat, 04 Oktober 2019 - 18:32 WIB
Perekam dan Pengunggah Video Mesum Pelajar SMK di Tuban Bisa Dijerat UU ITE

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono saat memberikan keterangan terkait kasus video mesum pelajar SMK. (Foto: iNews.id/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id – Satu dari tujuh pelajar SMK dalam video mesum yang viral di media sosial di Tuban, Jawa Timur bisa dijerat Undang-Undang (UU) ITE.

Pelajar perempuan berinisial C itu diketahui yang merekam dan mengunggah perbuatan asusila rekannya ke media sosial WhatsApp.

“Selain tindak pencabulan, juga ada unsur pelanggaran Undang-Undang ITE. Sebab, si C ini sengaja menyebarkan video mesum tersebut di media sosial,” Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, Jumat (4/10/2019).

BACA JUGA: Polisi Periksa 7 Pelajar SMK terkait Video Mesum di Tuban

Meski demikian, kata dia, dalam kasus video medsum itu belum ada yang ditetapkan tersangka. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tuban.

Dari tujuh pelajar itu, dua di antaranya pelajar SMK swasta terdiri atas satu pria dan perempuan. Sedangkan lima pelajar lainnya dari SMK negeri, yakni satu pelajar pria dan empat perempuan.

AKBP Nanang  mengatakan, pelaku adegan mesum dalam video itu dilakukan pelajar pria dari SMK swasta. “Kalau yang perempuannya dari SMK negeri,” katanya.

Menurut Nanang, mereka masih diperiksa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Nanang menegaskan, kasus video mesum pelajar ini akan didalami profesional karena korban masih di bawah umur.

Nanang juga sudah memerintahkan penyidik agar kasus video mesum pelajar itu tetap dilanjutkan dan tidak berhenti. Tujuannya untuk memberikan efek jera dan pembelajaran masyarakat.

BACA JUGA: Viral Video Mesum Pelajar SMK Berseragam Pramuka di Tuban dan Ditonton Teman-Temannya

“Kasus ini akan kami lanjutkan. Tujuan kami bukan mempermalukan, tapi bahwa ini salah,” katanya.

Dari hasil penyidikan diketahui tempat kejadian perbuatan mesum yang kemudian disebarluaskan di media sosial berada di sebuah kamar kos di Kelurahan Latsari, Kecamatan Kota, Tuban.


Editor : Kastolani Marzuki