Persekusi Guru di Gresik Berujung Damai, Polda Jatim: Ini Langkah Baik

Hari Tambayong · Senin, 11 Februari 2019 - 19:45 WIB
Persekusi Guru di Gresik Berujung Damai, Polda Jatim: Ini Langkah Baik

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera. (Foto: iNews/Hari Tambayong).

SURABAYA, iNews.id - Polda Jawa Timur (Jatim) mengapresiasi langkah Polres Gresik yang memilih jalur mediasi dalam kasus pelecehan murid terhadap gurunya di SMP PGRI Wringin Anom. Namun, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pelajar agar lebih menghormati gurunya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, memang polisi sepakat bahwa masalah ini sangat memilukan dunia pendidikan. Namun, tidak selamanya kasus semacam ini harus diselesaikan lewat jalur hukum.

"Kapolres, bersama aparatur desa, kecamatan, sekolah dan orang tua sudah bertemu. Kemudian, yang bersangkutan (siswa) sudah menyesali perbuatannya," kata Barung di Mapolda Jatim, Kota Surabaya, Senin (11/2/2019).

BACA JUGA: Begini Kebiasaan Guru yang Dipersekusi Siswa di Gresik saat di Sekolah

Menurut dia, kasus yang sempat meresahkan publik dan netizen di media sosial sudah selesai. Dia mewakili Polda Jatim mengapresiasi langkah dari Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, yang mengedepankan langkah-langkah musyawarah dalam menyikapi dugaan pelecehan murid ke gurunya ini.

"Tidak selamanya harus diselesaikan dengan hukum. Ini merupakan langkah baik dari Kapolres Gresik," ujar dia.

Barung juga mengimbau kepada pelajar agar lebih menghormati guru. Jangan lagi ada masalah seperti ini, yakni pelecehan atau bullying murid ke pengajarnya sendiri. Dia berharap, kasus ini yang terakhir, khususnya di Jatim.

BACA JUGA: Di Kantor Polisi, AA Pelajar Persekusi Guru Menyesal dan Ketakutan

"Hormatilah guru kalian. Karena lewat guru, kalian belajar segala hal," kata Barung.

Sebelumnya, sikap bengal AA, pelajar pelaku persekusi terhadap gurunya ternyata tak terlihat saat diperiksa di Kantor Mapolsek Wringin Anom, Minggu (10/2/2019). Pelajar kelas 9 SMP di Wringin Anom, Kabupaten Gresik, Jatim itu hanya bisa tertunduk, seperti menyesali perbuatannya.

"Saya menyesal. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu (persekusi) lagi," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal