Polda Jatim Panggil Ulang Ahmad Dhani dalam Kasus Dugaan Penipuan

Ihya' Ulumuddin ยท Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:25 WIB
Polda Jatim Panggil Ulang Ahmad Dhani dalam Kasus Dugaan Penipuan

Musisi Ahmad Dhani. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Penyidik Polda Jawa Timur (Jatim) akan memanggil ulang musisi Ahmad Dhani pada Rabu (17/10/2018). Penjadwalan ulang ini dilakukan lantaran suami penyanyi Mulan Jameela ini tidak datang pada pemeriksaan Senin (15/10/2018). 

Ahmad Dhani akan diperiksa terkait laporan dugaan penipuan dan penggelapan oleh pengusaha Jatim Zaini Ilyas. Dalam laporan itu, Dhani terlibat utang-piutang untuk proyek pembangunan villa di Kota Batu pada 2016. Namun, sampai saat ini belum dilunasi. 

“Mestinya Senin kemarin. Penyidik menjadwalkan pemeriksaan pada pukul 09.00 WIB. Tetapi sampai sore dia tidak hadir. Alasannya subyektif. Alasan tertentu,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (16/10/2018). 

Karena itu penyidik Polda Jatim, lanjut Barung akan memanggil ulang Ahmad Dhani pada Rabu (17/10/2018). Barung berharap pentolan Dewa 19 itu memudahkan tugas penyidik dengan datang memenuhi panggilan.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani dilaporkan Zaini Ilyas melalui pengacara Arif Fathoni pada 28 Septerber 2018. Laporan ini dibuat karena tidak ada itikan baik dari Ahmad Dhani untuk melunasi utang sebesar Rp200 juta.  

BACA JUGA: 

Selain Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Juga Diperiksa soal Penggelapan

Massa Desak Polda Jatim Usut Tuntas Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani

Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polda Jatim Atas Dugaan Penipuan


Sebagaimana disampaikan Fathoni, bahwa kliennya, Zaini Ilyas meminjamkan uang sebesar Rp 400 juta yang ditransfer ke rekening Ahmad Dhani. Pemberian dana segar itu dilakukan dua tahap. Pertama, pada 5 Mei 2016, kemudian transfer kedua pada 12 Mei 2016. Masing-masing Rp 200 juta.

“Dhani berjanji akan melunasinya sebulan setelah peminjaman. Namun, tidak ada realisasi pelunasan hingga September 2016. Klien saya terus menagih mulai September hingga November. Tapi tidak ada kejelasan. Alasannya Dhani, belum dibayar oleh Singosari,” katanya.

Setelah ditagih, barulah Dhani mengembalikan uang sebesar Rp 200 juta. Uang tersebut dibayarkan melalui cek yang dikirimkan oleh orang Ahmad Dhani kepada kliennya. Sementara sisanya belum juga dikembalikan oleh pihak Ahmad Dhani.

“Karena tak kunjung dibayar, klien saya dua kali melayangkan somasi. Masing-masing pada 10 Oktober 2017 dan 3 November 2017. Ini dilakukan karena tak ada kejelasan atas pelunasan utang itu,” katanya.

Nah, baru pada somasi kedua itulah, Ahmad Dhani memberikan jawaban. Pada 9 November 2017, melalui Law Firm KR&CO, Ahmad Dhani mengakui kekurangan peminjaman utang. Dhani juga menyanggupi akan mencicil kekurangannya sebesar Rp10juta/bulan.

“Tetapi, lagi-lagi janji itu diingkari. Sampai saat ini, cicilan Rp10 juta per bulan tak kunjung dibayarkan. Karenanya kami ambil langkah hukum ini,” katanya.


Editor : Himas Puspito Putra