Polda Jatim Siap Usut Tuntas Kasus Dugaan Penipuan Sipoa Group

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 23 Mei 2018 - 14:43 WIB
Polda Jatim Siap Usut Tuntas Kasus Dugaan Penipuan Sipoa Group

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Polda Jatim akan mengusut tuntas kasus dugaan penipuan yang dilakukan Sipoa Group. Dugaan penipuan yang dilakukan pengembang properti tersebut telah merugikan sebanyak 1.104 pembeli dengan nilai kerugian mencapai Rp165 miliar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, polisi sudah menetapkan enam tersangka dari perkara tersebut. Dari keenam tersangka itu, dua di antaranya sudah ditahan pada April lalu. Para tersangka merupakan para petinggi perusahaan.

Dalam waktu dekat, petugas akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap empat tersangka yang belum ditahan. “Kami menetapkan status tersangka karena ada bukti yang kuat bahwa memang ada dugaan tindak pidana itu (penipuan),” katanya, Rabu (23/5/2018).

Dia menjelaskan, polisi sudah menerima 15 laporan dari para korban Sipoa Group. Kasus ini bermula ketika pada 2014 Sipoa melakukan promosi besar-besaran atas produk apartemen mereka di sejumlah titik di Surabaya, Sidoarjo dan Bali. Dari hasil promosi ini, Sipoa berhasil menggaet 1.104 pembeli. Dari jumlah itu, 600 pembeli sudah membayar lunas.

“Pada bulan Juni hingga bulan Desember tahun 2017, seharusnya sudah dilakukan serah terima apartemen oleh salah satu pengembang dibawah Sipoa Group. Namun, hingga tahun 2018, perusahaan tidak memenuhi janjinya terhadap para pembeli,” ujar Barung.

Dalam menuntut pihak manajemen, lanjut Barung, para korban membentuk Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S). Paguyuban tersebut menggelar unjuk rasa pada akhir tahun 2017 untuk meminta pertanggungjawaban Sipoa Group. Pihak manajemen pun sepakat mengembalikan sebagian dana yang telah disetor dengan menerbitkan cek, bilyet serta giro kepada nasabah. Pada 15 Januari P2S kembali melakukan unjuk rasa lagi karena yang mereka terima baik bilyet, cek dan giro kosong.

“Merasa ditipu, korban secara masif membuat laporan polisi atas kasus penipuan sejak bulan Desember 2017 hingga Mei 2018. Ada total 15 laporan polisi yang telah dibuat dengan berbagai macam aduan,” terangnya.

Polda Jatim lantas melakukan penyelidikan dilapangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap manajemen Sipoa Group. Bulan April 2018, Polda Jatim memutuskan menahan Sukarno Candra dan Budi Santoso selaku Direktur PT Bumi Samudera Jedine, anak usaha Sipoa Group. Keduanya juga sudah ditetapkan status tersangka.

“Sebelumnya tidak kita tahan, kita lihat fakta dilapangan. Ditemukan tidak ada progress pembangunan. Hanya berupa tiang pancang saja. Ini satu proyek, belum proyek yang lain. Padahal manajemen sudah menerima dana dari pembeli, baik itu secara tunai maupun kredit," ujarnya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi