Polda Jatim Tetapkan 2 Kontraktor Jadi Tersangka Insiden Ambruknya Atap SDN Gentong

Jaka Samudra ยท Sabtu, 09 November 2019 - 14:17 WIB
Polda Jatim Tetapkan 2 Kontraktor Jadi Tersangka Insiden Ambruknya Atap SDN Gentong

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengunjungi empat ruang kelas yang ambruk di SDN Gentong Kota Pasuruan, Jatim, Sabtu (9/11/2019). Polisi telah menetapkan dua tersangka terkait insiden itu. (Foto: iNews/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Polda Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan dua tersangka terkait ambruknya atap bangunan kelas SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Insiden itu diketahui mengakibatkan dua korban tewas dan belasan luka-luka serta meninggalkan trauma bagi para murid.

Penetapan tersangka ini langsung disampaikan Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat mengunjungi empat ruang kelas yang ambruk di SDN Gentong, Sabtu pagi tadi (9/11/2019). Kedua tersangka merupakan pihak kontraktor berinisial D dan S.

“Tadi malam kami pimpin gelar perkara. Hasil gelar tadi malam, kami mengamankan dua tersangka,” ujar Kapolda Jatim.

 

BACA JUGA:

Penyelidikan Kasus SDN Gentong Ambruk, Labfor Temukan Indikasi Kesalahan Konstruksi

Kasus Atap SDN Gentong Ambruk dan Tewaskan 2 Orang, Polisi Periksa Bupati Pasuruan

 

Kapolda mengatakan, tersangka S sudah diamankan polisi di wilayah Kediri. Sementara untuk tersangka D masih belum ditahan. Keduanya dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. “Kedua tersangka diancam dengan kurungan lima tahun penjara,” kata Kapolda Jatim.

Selain menetapkan tersangka sebagai penanggung jawab atas musibah ini, Ditkrimsus Polda Jatim juga menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rehabilitasi bangunan empat ruang kelas di SDN Gentong. Bahkan, penyidik sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi sehingga tak menutup kemungkinan tersangkanya bisa bertambah lagi.

“Nanti akan kami telusuri. Sementara ini sudah ada satu yang sedang kami dalami dan nanti bisa aja dijadikan tersangka. Ini akan kami proses lebih lanjut,” kata Irjen Luki Hermawan.

Sebelumnya, atap bangunan SDN Gentong di Jalan KH Sepuh, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ambruk saat proses belajar mengajar, Selasa pagi (5/11/2019). Dua orang tewas dalam insiden ini, sedangkan 11 lainnya terluka.

Identitas korban meninggal, masing-masing atas nama Irza Almira Ramadani, (8) dan Sevina Arzy Wijaya (19), guru pengganti. Pascainsiden ambruknya atap empat kelas SDN Gentong, tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan ditemukan dugaan penyimpangan konstruksi dan bahan material dalam pembangunan.

“Yang jelas ada temuan indikasi penggunaan material dan konstruksi yang salah,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (8/11/2019).


Editor : Maria Christina