Polda Masih Buru 5 Oknum Habaib Diduga Pelaku Pembakaran Mapolres Tambelangan

Rahmat Ilyasan ยท Senin, 27 Mei 2019 - 21:10 WIB
Polda Masih Buru 5 Oknum Habaib Diduga Pelaku Pembakaran Mapolres Tambelangan

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat konferensi pers mengenai penangkapan tersangka pembakaran Mapolres Tambelangan di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (27/5/2019). (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Setelah menangkap oknum habaib aktor intelektual pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, bersama empat tersangka lainnya, Polda Jawa Timur (Jatim) masih memburu lima tersangka lagi. Kelimanya merupakan oknum habaib.

“Kami masih mendalami. Ada lima orang lagi oknum habaib yang akan kami tangkap,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (27/5/2019).

Kapolda mengimbau para oknum habaib yang terlibat dalam pembakaran Mapolres Tambelangan pada Rabu 22 Mei itu segera menyerahkan diri ke polisi. Mereka diduga saat ini bersembunyi di pesantren-pesantren di kawasan Kabupaten Sampang.


BACA JUGA: Oknum Ulama Diduga Jadi Otak Pembakaran Mapolsek Tambelangan


Polda Jatim sebelumnya juga sudah mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama di Sampang untuk membantu mengungkap kasus ini. Mereka diharapkan membantu mengungkap kasus pembakaran.

“Tokoh-tokoh agama di Sampang akan membantu memproses kasus ini secara transparan. Kami juga berharap masyarakat Sampang yang memang terlibat, kami minta untuk menyerahkan diri,” kata Kapolda.

Kapolda sebelumnya mengatakan, kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang diotaki seorang tokoh agama atau habaib berinisial AK. Ulama keturunan Arab di daerah tersebut memang telah merencanakan aksi perusakan dan mobilisasi massa.

“Aktor intelektualnya adalah oknum habaib AK. Dia yang merencanakan, dia yang menyiapkan sumbu untuk bom molotov dan menggelar rapat. Selain itu, ada oknum habaib bernisial H, yang lainnya berinisial S, H, dan A,” katanya.


BACA JUGA: Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan


Tiga pelaku lainnya, oknum anggota dari sejumlah ormas, yakni Front Pembela Islam (FPI), Laskar Sakera dan Laskar Pembela Islam (LPI).

Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis meliputi pasal 200 KHUP, pasal 187 KUHP dan pasal 170 KUHP. Sebab, selain pembakaran, terjadi juga penjarahan. Dalam insiden pembakaran tersebut, banyak barang yang hilang.

Saat penangkapan para tersangka, Polda Jatim juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti bom molotov, celurit, serta alat komunikasi handy talkie (HT). Dari bukti-bukti itu, penyerangan Mapolsek Tambelangan diduga direncanakan dengan sistematis dan rapi. Termasuk tindakan mereka yang menghadang mobil pemadam kebakaran.

Kapolda mengatakan, pihaknya juga secara khusus memberi perhatian pada alat komunikasi yang digunakan para tersangka saat beraksi membakar Mapolsek Tambelangan.

“Untuk alat komunikasi yang kami amankan ini akan kami kembangkan lagi, ini memang agak menjadi panjang karena ini Motorola. Ini standar dari TNI Polri karena banyak yang menggunakan Motorola. Kami sudah cek, ini ada repeater. Kami akan dalami lagi, kami kenakan Undang-Undang Telekomunikasi karena ada aturan main dalam menggunakan telekomunikasi ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Mapolsek Tambelangan di Kabupaten Sampang, Madura dibakar massa karena percaya dengan hoaks di media sosial yang menyebutkan tokoh agama di daerah itu ditahan dalan kerusuhan aksi 22 Mei di Jakarta pada tanggal 21 dan 22 Mei. Massa akhirnya tersulut emosi dan membakar mapolsek di daerahnya.


Editor : Maria Christina