Polemik GBT antara Fraksi Golkar dan Pemkot Surabaya Berujung Damai

Ihya' Ulumuddin ยท Jumat, 08 November 2019 - 19:25 WIB
Polemik GBT antara Fraksi Golkar dan Pemkot Surabaya Berujung Damai

Kepala Dispora Kota Surabaya Afghani (batik biru), bertemu dengan perwakilan Fraksi Golkar DPRD Surabaya, disaksikan sejumlah pimpinan dewan, Jumat (8/11/2019). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id - Polemik Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang sempat mencuat setelah ada wacana hak interpelasi oleh Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya kepada Wali Kota Tri Rismaharini, akhirnya berujung damai. Kedua pihak yang bersitegang, bermusyawarah di ruang Ketua DPRD Adi Sutarwijono.

Sejumlah pihak yang ikut dalam pertemuan tersebut antara lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya Afghani, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Edi Santoso, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni, dan Anggota Fraksi Agung Prasodjo.

Musyawarah difasilitasi pimpinan DPRD Surabaya, antara lain Ketua Adi Sutarwijono, Wakil Ketua Laila Mufidah, AH Thony, dan Reni Astuti. Jalan musyawarah ini memang sudah diatur dalam tata tertib DPRD Surabaya.

BACA JUGA: Gegara Bau Sampah, Pemkot Surabaya Gerakkan Ribuan Orang Bersihkan Stadion GBT

"Model musyawarah seperti ini juga sesuai corak kepribadian bangsa kita yang Pancasilais," kata Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, di ruangannya kompleks gedung DPRD Kota Surabaya, Jatim, Jumat (8/11/2019).

Polemik soal Stadion GBT bermula saat kunjungan Menpora Zainuddin Amali ke stadion kebanggaan arek-arek Suroboyo itu pada Minggu (3/11/2019). Namun dia batal masuk karena stadion terkunci.

Kehadiran Zainuddin sendiri untuk mengecek fasilitas di Stadion GBT yang bakal menjadi salah satu venue untuk Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Kejadian itu membuat Fraksi Partai Golkar berang, hingga memunculkan wacana penggunaan hak interpelasi kepada Wali Kota Risma.

BACA JUGA: Akhiri Polemik Stadion GBT Bau Sampah, Gubernur Khofifah Siap Bertemu Pemkot Surabaya

"Hari ini kita duduk bersama, bicara dari hati ke hati, merajut saling pengertian dan memahami peristiwa tersebut. Semuanya saling legowo. Kesimpulannya, ke depan kita semua harus saling meningkatkan koordinasi, supaya miskomunikasi dan miskoordinasi tidak terulang lagi," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dengan musyawarah ini, kata dia, menjadi momen bagi Pemda dan DPRD lebih kompak. Apalagi daerah tersebut direkomendasikan sebagai venue Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

"Kita semua ingin Surabaya sukses menjadi tuan rumah event dunia. Masyarakat dan para pencinta sepak bola pasti bangga melihat kota ini berkelas internasional dan harum di pentas dunia," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal