Polisi Akui Sulit Identifikasi Korban Mutilasi di Malang

Deni Irwansyah, Sindonews ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 13:51 WIB
Polisi Akui Sulit Identifikasi Korban Mutilasi di Malang

Ilustrasi upaya polisi mengungkap identitas korban. (Foto: Dok iNews).

MALANG, iNews.id - Polisi mengaku kesulitan dalam mengungkap identitas perempuan korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Lantaran, jari-jari korban yang sudah kaku serta mengalami kerusakan.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, sulit untuk mengambil sidik jari korban karena jari-jarinya yang sudah kaku dan rusak.

"Karena itu, kami meminta masyarakat melapor kalau ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya," kata Asfuri kepada wartawan di Kota Malang, Jatim, Rabu (15/5/2019).

BACA JUGA: Warga Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan Terpotong-potong di Pasar Besar Malang

Selain itu, polisi juga terus meminta keterangan saksi. Sejauh ini sudah ada enam orang saksi yang telah dihadirkan petugas terkait kasus mutilasi tersebut.

Hal lainnya yang juga berusaha diungkap, kata dia, yakni nama dan kalimat-kalimat yang diduga pesan ditulis pelaku di kedua telapak kaki korban.

"Kami juga masih mencari barang bukti lain, seperti alat yang digunakan pelaku untuk membunuh dan memutilasi korban," ujar dia.

Sejak Rabu pagi Tim Inafis Polda Jawa Timur sudah hadir di Polres Malang Kota untuk ikut membantu melakukan identifikasi.

BACA JUGA: Tulisan Misterius di Lokasi Penemuan Mayat Korban Mutilasi di Pasar Besar Malang

Sementara itu jenazah perempuan korban mutilasi hingga kini masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang untuk diautopsi lanjutan.

Sebelumnya, Warga di kawasan Pasar Besar Kota Malang, Jatim, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang telah membusuk.

Mayat tanpa identitas tersebut terpotong-potong dan bagian tubuhnya tercecer di lantai dua bangunan bekas Matahari Department Store, di atas pasar tradisional.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal