Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Mahasiswa di Kota Batu, Tarif Rp1 Juta Per Sekali Kencan

Deni Irwansyah ยท Kamis, 07 November 2019 - 18:40 WIB
Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Mahasiswa di Kota Batu, Tarif Rp1 Juta Per Sekali Kencan

Polisi membawa tersangka muncikari dan dua PSK kasus prostitusi mahasiswa di Kota Batu. (Foto: iNews/Deni Irwansyah).

BATU, iNews.id - Polisi membongkar praktik prostitusi mahasiswa di Kota Batu, Jawa Timur (Jatim) dengan tarif Rp1 juta per sekali kencan. Muncikari dalam kasus ini memiliki empat pekerja seks komersial (PSK) yang masuk ke dalam jaringannya.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono mengatakan, muncikari dalam kasus ini berinisial R (18) sudah diamankan polisi. Empat orang PSK jaringan tersangka, masing-masing mahasiswi asal Malang dan Surabaya. Lalu dua gadis ABG lulusan SMA.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Threesome di Serang, Tarif Rp1 Juta per Kencan

"Tarifnya Rp1 juta untuk satu kali kencan. Pembagiannya untuk PSK Rp300.000 dan tersangka muncikari Rp700.000," kata Hendro kepada wartawan di Mapolres Batu, Jatim, Kamis (7/11/2019).

Tersangka R, kata dia, sudah empat kali menyewakan jasa para PSK-nya ini ke lelaki hidung belang. Praktik prostitusi ini juga hanya berada di Kota Batu, Jatim.

Kasus prostitusi ini terungkap setelah ada laporan dari masyarakat. Polisi melakukan penggerebekan di sebuah hotel dan mendapati dua pasangan dari kamar yang berbeda, berhubungan badan. Polisi kemudian mengembangkan kasus mesum tersebut.

"Saat diamankan, mereka mengaku mendapatkan tamu dari R," ujar dia.

Dari hasil pengembangan itu, petugas akhirnya menangkap R. Wanita baru lulus SMA tahun 2018 ini mengaku belum mendapatkan pekerjaan, sehingga nekat mencari sampingan dengan menjadi seorang muncikari.

BACA JUGA: Tarif Suami Jual Istri di Magetan, Threesome Rp1 Juta VCS Rp150 Ribu

Perempuan muda ini tidak memasarkan keempat PSK-nya di media sosial. Namun dia mencarikan pelanggan serta memasarkan mereka via Whatsapp. Hingga kini, sudah ada empat orang pemesan jasa kencan darinya.

"Iya, sudah empat kali," kata R.

Kini R harus mendekam di ruang tahanan (rutan) Mapolresta Malang. Dia dijerat pasal 268 KUHP juncto pasal 506 tentang Prostitusi dan Perlindungan Perempuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal