Polisi Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Mewah Antarprovinsi di Jatim

Ihya' Ulumuddin, Rahmat Ilyasan ยท Senin, 29 Juli 2019 - 22:19 WIB
Polisi Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Mewah Antarprovinsi di Jatim

Kedua pelaku sindikat penggelapan mobil mewah antarprovinsi yang ditangkap Polsek Tegalsari. (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Sindikat penggelapan mobil rental mewah antarprovinsi dibongkar anggota Polsek Tegalsari Kota Surabaya, Senin (29/7/2019). Dalam pengungkapan kasus ini, dua pelaku yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) dan buron selama satu bulan ditangkap.

Identitas keduanya yakni Frans Arie Sutomo (40), warga Klakahrejo, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya dan Asep Hadian (38), warga Jalan Terusan Kopo, Pangauban, Ketapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mereka diamankan menyusul laporan kasus dugaan penggelapan dari pemilik rental Garux Rent.

Kapolsek Tegalsari Kota Surabaya Kompol Rendy Surya mengatakan, kedua tersangka ditangkap polisi karena telah menggelapkan empat mobil rental ke sejumlah propinsi di luar jatim. Modus operandinya yakni dengan menyewa mobil rental milik Garux Rent untuk beberapa hari. Namun, saat tenggat waktu habis, mobil rental tidak dikembalikan. Sebaliknya, mereka justru menggadaikannya kepada orang lain.

BACA JUGA: 4 Kali Masuk Penjara Tak Kapok Juga, Pria Ini Malah Bobol Rumah Polisi di Blitar

“Mobil-mobil itu digadaikan pelaku kepada penadah di luar Jawa Timur,” katanya, Senin (29/7/2019).

Untuk mobil Pajero digadaikan dengan harga Rp35 juta kepada pria bernama Asep Black di Jawa Barat. Sementara Toyota Fortuner digadaikan kepada Haji Unang (masih DPO).

“Semua penadah itu merupakan jaringan kedua pelaku,” ujarnya.

Sementara dari tangan dua pelaku, polisi menyita mobil mewah jenis Toyota Fortuner warna hitam dengan nopol L 1262 OQ dan satu unit Mitsubishi Pajero dengan Nopol L 1612 HU, beserta dengan surat-surat kendaraan.

“Tersangka kami jerat Pasal 372 KUHP Jo Pasal 56 tentang Tindak Pidana Penggelapan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw