Polisi Pastikan Tengkorak Dibakar di Pegunungan Mojokerto Korban Pembunuhan

Sholahudin ยท Senin, 03 Juni 2019 - 16:52 WIB
Polisi Pastikan Tengkorak Dibakar di Pegunungan Mojokerto Korban Pembunuhan

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP M Sholikin Ferry menjelaskan hasil olah TKP ulang penemuan tengkorak manusia terbakar di lereng pegunungan Desa Kesemen, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jatim, Senin (3/6/2019). (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto memastikan tengkorak kepala manusia yang ditemukan terbakar di lereng pegunungan Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), korban pembunuhan. Kepastian ini diperoleh setelah polisi melakukan olah TKP ulang.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP M Sholikin Ferry mengatakan, polisi menemukan bekas ban yang digunakan untuk membakar di lokasi kejadian. Kemudian, tanah yang berlubang sepanjang 1 meter dan lebar 30 sentimeter, yang diduga akan digunakan pelaku untuk mengubur korban. Selain itu, tidak jauh dari lokasi kejadian, ada warga mengaku kehilangan dua ban mobil.

“Kami melakukan olah TKP ulang karena kemarin terbentur waktu yang sudah malam dan arealnya merupakan perkebunan yang gelap. Dari olah TKP ulang dan perkembangan di TKP, kami meyakini korban merupakan korban pembunuhan,” kata Sholikin, Senin (3/6/2019).


BACA JUGA: Geger Temuan Tengkorak dan Tulang Manusia Bekas Dibakar di Pegunungan Mojokerto


Sementara itu, hingga saat ini tengkorak kepala manusia yang terbakar masih diautopsi dan menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bayangkara Polda Jawa Timur. Polisi juga masih berusaha mencari identitas korban dengan memeriksa susunan gigi yang masih utuh pada tengkorak tersebut.

Selain melakukan olah TKP ulang, hingga kini polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi mata. Mereka warga yang menemukan tengkorak tersebut pertama kali pada Minggu (2/6/2019), pemilik ladang sekitar lokasi kejadian, serta warga yang melihat ada kejadian-kejadian yang mencurigakan sebelum penemuan tengkorak.

“Kami belum mengarah ke pelaku karena kami masih mencari petunjuk-petunjuk baru dan kemarin terbentur waktu dan belum dapat banyak informasi di lapangan. Saat ini ada enam saksi yang sudah kami periksa,” kata Sholikin.


Editor : Maria Christina