Polisi Tangkap Pemilik Travel Umroh Bodong di Sampang Madura, Pengasuh Ponpes Rugi Ratusan Juta

Antara ยท Sabtu, 02 November 2019 - 07:55 WIB
Polisi Tangkap Pemilik Travel Umroh Bodong di Sampang Madura, Pengasuh Ponpes Rugi Ratusan Juta

Ilustrasi penangkapan pelaku penipuan. (Foto: Istimew).

SAMPANG, iNews.id - Polisi menangkap seorang pengelola travel umrah bodong di Kabupaten Sampang, Jawa Timur (Jatim) atas dugaan kasus penipuan. Korbannya merupakan jamaah yang gagal diberangkatkan umroh.

Pelaku, Haji Razak, warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, membuka travel umrah bodong bermana PT Royal Mandiri. Perusahaan tersebut juga disebut abal-abal, karena tidak terdaftar di Kementerian Agama.

"Pelaku kini sudah diamankan petugas," kata Kapolres Sampang AKBP, Didit Bambang Wibowo Saputro, kepada wartawan di Kabupaten Sampang Madura, Jatim, Jumat (1/11/2019).

BACA JUGA: Tipu Perusahaan Rp400 Juta, Polisi Tangkap Pemilik Travel di Surabaya

Penipuan berkedok umrah itu terungkap, saat salah satu korban, yakni pengasuh Pondok Pesantren Jrenguan Sampang, KH Soleh Sayuti, melapor ke polisi. Korban dijanjikan akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada Mei 2019 lalu.

Padahal dia telah melunasi semua biaya yang diminta pelaku, sebesar Rp46 juta dan bisa dicicil. Kiai Soleh menjelaskan, dia awalnya sudah membayar uang Rp21 juta sebagai uang muka.

"Lalu pada awal Mei 2019, pelaku datang kepada korban, menagih kekurangan uang pembayaran umroh, karena rombongan umrah akan segera diberangkatkan," ujarnya.

Karena tidak memiliki uang tunai, Kiai Soleh lalu meminta tolong kepada Haji Razak untuk menjual mobil pribadinya, dan sebagian uangnya untuk menutupi kekurangan biaya umrah.

Kala itu, Haji Razak menyanggupi, dan mobil pribadi kiai terjual Rp90 juta. Namun Haji Razak tidak mengembalikan uang dari sisa penjualan mobil itu, dan janji untuk memberangkatkan umrah ke Tanah Suci, Mekkah tidak ditepati.

BACA JUGA: Modus Serius Menikah, Pemuda di Sleman Bawa Kabur Motor Korban

"Atas dasar itu, korban melapor ke Mapolres Sampang, dan ternyata setelah tim kami melakukan penyidikan PT Royal Mandiri yang diklaim sebagai perusahaan jasa tersebut adalah bodong," ujar kapolres menjelaskan.

Kepala Seksi Umrah dan Haji Kemenag Sampang, Fathurrahman, menjelaskan, agen travel umrah PT Royal Mandiri tidak terdata di Kementerian Agama alias tidak resmi.

"Di data aplikasi kami, Umrah Cerdas, PT Royal Mandiri ini tidak masuk data," ujar Fathor.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal