Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Ihya' Ulumuddin ยท Minggu, 26 Mei 2019 - 16:02 WIB
Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan usai bertemu para ulama Sampang di rumah jabatan Kapolda Jatim, Minggu (25/5/2019). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id – Polisi mengamankan enam pelaku yang diduga turut berperan aktif dalam pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur (Jatim). Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, para pelaku memiliki peran berbeda-beda. Mulai dari pelaku lapangan, hingga aktor intelektual yang menjadi otak atas pembakaran mapolsek tersebut.

"Ya, sudah ada enam yang dpitetapkan tersangka. Mereka kini ditahan di Polda Jatim," kata Luki seusai bertemu dengan sejumlah ulama Sampang di rumah jabatan Kapolda Jatim, Jalan Bengawan, Kota Surabaya, Minggu (25/5/2019).

BACA JUGA: Khofifah Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang

Luki memastikan, jumlah pelaku ini akan bertambah. Sebab, di luar enam orang tersebut, masih ada pelaku lain yang belum tertangkap.

"Ini (jumlah tersangka) akan terus berkembang. Kami optimistis. Apalagi mendapatkan dukungan dari ulama di Sampang," katanya.

Seperti diketahui, Polda Jatim melibatkan ulama dan tokoh agama di Sampang dalam mengusut insiden pembakaran mapolsek. Selain untuk menjaga situasi kondusif, langkah ini juga diambil Polda Jatim untuk mempercepat pengungkapan kasus.

BACA JUGA: Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang, Polisi Temukan 30 Bom Molotov

Sebelumnya, Rabu (22/5/2019) massa membakar Mapolsek Tambelengan di Jalan Raya Samaran Kabupaten Sampang. Insiden pembakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Hasil penyelidikan sementara, kasus pembakaran ini dipicu kabar hoaks tentang penangkapan ulama Madura di Jakarta saat kerusuhan 21 Mei lalu.

Massa yang termakan hoaks marah, dan mendatangi mapolsek dan melakukan pembakaran. Massa berjumlah sekitar 200 orang tersebut melemparkan bom molotov hingga kantor kepolisian tingkat wilayah itu terbakar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal