Polri Minta Elite Politik Tidak Keluarkan Pernyataan Provokatif

Ihya' Ulumuddin ยท Sabtu, 20 April 2019 - 12:38 WIB
Polri Minta Elite Politik Tidak Keluarkan Pernyataan Provokatif

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan (kiri) mendampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat cek pasukan pengamanan pemilu di Surabaya, Jumat (19/4/2019) malam. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan meminta elite politik ikut menjaga situasi kondusif di daerah. Salah satu langkahnya dengan tidak mengeluarkan pernyataan provokatif yang dapat memicu gejolak di tingkat bawah.

“Statemen elite di pusat bisa memengaruhi kondisi keamanan di Surabaya. Kalau mereka provokatif, rakyat bisa terpancing. Kalau elite-nya membingungkan, rakyat pasti ikut bingung,” ujarnya di Surabaya, Sabtu (20/4/2019).

Kondisi inilah yang terus diwaspadai aparat keamanan dan jajarannya. Pihaknya tidak ingin ulah keliru para elite tersebut menimbulkan gesekan, apalagi menjurus pada tindakan dan gerakan inkonstitusional.


“Makanya ini (ancaman gangguan) kami ukur betul. Jangan sampai gejolak dan gangguan pecah di Surabaya. Selain menyiapkan pasukan, kami juga menemui sejumlah tokoh untuk ikut bersama-sama menjaga situasi aman ini,” ucap mantan Dirreksrimsus Polda Sumsel tersebut.

BACA JUGA: TKN Nilai Lucu Prabowo Deklarasi Kemenangan sebagai Presiden

Rudi menilai, selain pernyataan provokatif para elite, mentalitas para peserta pemilu juga bisa menjadi faktor munculnya gangguan keamanan. Mereka yang tidak siap kalah lantas berulah dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kesadaran ini (siap kalah siap menang) harus ada pada semua peserta pemilu. Sebab, tidak mungkin menang semua. Kalau memang fakta di lapangan belum menguntungkan ya harus siap. Bukan malah bereaksi dengan sikap dan tindakan merugikan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya bersyukur sejauh ini tidak ada gejolak di Surabaya pascapemilu. Seluruh penyelenggaraan pemilu pada hari pencoblosan aman, sampai pada distribusi dan rekapitulasi suara di PPK.


Editor : Donald Karouw