Predator Anak di Jombang Tega Menggauli 9 Perempuan Selama 3 Tahun

Mukhtar Bagus ยท Sabtu, 02 November 2019 - 14:09 WIB
Predator Anak di Jombang Tega Menggauli 9 Perempuan Selama 3 Tahun

Kapolres Jombang, AKBP Boby Tambunan saat memberikan keterangan terkait penangkapan predator anak di Jombang, Sabtu (2/11/2019). (Foto: iNews.id/Mukhtar Bagus).

JOMBANG, iNews.id – Seorang predator anak di Jombang, Jawa Timur diringkus polisi. Pelaku mengaku telah memperkosa sembilan remaja sejak tahun 2016 hingga tahun 2019.

Adi Indra Purnama (24) ditangkap dan digelandang ke Mapolres Jombang, Jawa Timur. Dalam melakukan aksinya, warga Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang ini mengancam akan membunuh korban jika berani melapor kepada polisi.

Pria yang sehari-harinya mengamen ini awalnya sempat lupa berapa jumlah perempuan yang sudah diperkosanya. Namun setelah dipaksa petugas, dia mengaku sudah memperkosa sembilan yang semuanya merupakan siswi SMA dan santri di Jombang.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Cabul terhadap Bocah 10 Tahun di Gunung Putri

Sementara modus tersangka dalam menjebak korban yakni dengan cara menuduh korban memiliki masalah dengan dirinya. Tersangka lalu mengajak korban ke sebuah tempat sepi dengan dalih untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Korban terakhir berinisial AM (19), siswi salah satu SMA di Jombang. Tersangka menuduh koban telah berpacaran dengan adiknya, dan juga sudah tidak perawan.

Dengan pura-pura emosi, tersangka mengajak korban ke sebuah rumah kosong di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang untuk tes keperawanan. Saat korban menolak diperkosa dengan dalih tes keperawanan, tersangka mengancam akan membunuh korban.

BACA JUGA: Kabur dari Ponpes, Santriwati di Tulungagung Diperkosa 2 Pria Bergiliran

Menurut Kapolres Jombang, AKBP Boby Tambunan, sudah ada dua laporan pengaduan ke polisi. Perbuatannya ada yang dilakukan di tahun 2016, dan juga enam bulan lalu.

“Dari pemeriksaan saksi dan tersangka, kami duga korbanya cukup banyak, tapi data sementara ada sembilan korban, anak di bawah umur,” kata Boby, di Mapolres Jombang, Sabtu (2/11/2019).

Saat ditanya, pelaku mengaku tidak menggauli korbannya hanya mencium saja. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah