Puluhan Rumah di Tuban Terendam Banjir akibat Luapan Sungai Kening

Pipiet Wibawanto ยท Senin, 29 April 2019 - 13:26 WIB
Puluhan Rumah di Tuban Terendam Banjir akibat Luapan Sungai Kening

Air meluap dari tanggul air akibat luapan Sungai Kening di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (29/4/2019). (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id – Hujan lebat menyebabkan Sungai Kening di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), kembali meluap dan merendam kawasan permukiman warga. Puluhan rumah terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa, Senin (29/4/2019).

Banjir terjadi di daerah sekitar sungai di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bangilan, Kecamatan Singgahan, dan Kecamatan Parengan. Warga hanya bisa pasrah dengan kondisi banjir tersebut karena terjadi sejak dini hari.

Seperti yang terlihat di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan. Rumah-rumah warga terendam banjir sejak Senin dini hari, setelah wilayah itu diguyur hujan sejak Minggu malam (28/4/2019).

BACA JUGA:

Ribuan Rumah di Pasuruan Diterjang Banjir Besar, Terparah di Kraton

Banjir Rendam Ratusan Rumah di 2 Kecamatan di Jombang

Menurut warga, banjir terjadi saat warga tidur lelap. Karena itu, warga kaget ketika melihat rumahnya sudah terendam banjir. Banyak yang berhamburan keluar rumah untuk memastikan ketinggian banjir di Sungai Kening, yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Banjir bandang akibat luapan Sungai Kening ini sudah tiga kali menerjang wilayah tersebut sepanjang tahun 2019 ini. Empat tahun lalu, banjir akibat luapan Sungai Kening juga menerjang wilayah tersebut dan membuat warga tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

“Air kiriman dari pegunungan kapur. Sebelumnya selama empat tahun tidak ada banjir karena tanggulnya sudah dibenahi. Kali ini banjir lagi, mungkin karena tanggulnya jebol,” kata warga Desa Brangkal, Agus Salim.

Meskipun banjir telah merendam puluhan rumah di Desa Brangkal, sejauh ini warga belum berniat mengungsi. Mereka memilih tetap tinggal di rumah. Warga juga mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat.


Editor : Maria Christina