Puting Beliung di Bojonegoro, BPBD Catat 1.378 Rumah Terdampak Kerusakan

Ilma De Sabrini ยท Senin, 11 November 2019 - 23:50 WIB
Puting Beliung di Bojonegoro, BPBD Catat 1.378 Rumah Terdampak Kerusakan

Kondisi kerusakan akibat yang ditimbukan kejadian angin puting beliung di Bojonegoro, Jatim. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Ribuan rumah warga Bojonegoro, Jawa Timur, rusak akibat angin puting beliung yang menerjang pada Sabtu (9/11/2019). Angin kencang disertai dengan hujan deras itu juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik jalan protokol.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro melaporkan, update data per Senin (11/11/2019) hari ini, sedikitnya ada 1.378 rumah rusak dengan kategori berbeda. Terdiri atas rumah rusak berat (RB) 33 unit, rusak sedang (RS) 180 dan rusak ringan (RR) 1.165 unit. Sementara kerusakan infrastruktur lain, BPBD mengidentifikasi tujuh unit fasilitas sosial dan pendidikan mengalami kerusakan.

Kerusakan permukiman tersebar pada 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Yakni Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, Trucuk, Kalitidu, Dander, Ngasem, Ngambon, Margomulyo, Gayam dan Kecamatan Kepohbaru.

“Bencana dengan kategori hidrometerologi ini tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, Senin (11/11/2019).

BACA JUGA: Minibus Tabrak Truk Muatan Batu di Pematangsiantar, Sopir Tewas, 6 Penumpang Terluka

Merespons kejadian tersebut, pemerintah daerah telah melakukan upaya penanganan darurat seperti pembersihan material bangunan dan pohon tumbang serta pendataan kerusakan. Warga yang rumahnya rusak juga membutuhkan terpal.

Data BNPB mencatat, sepanjang Januari hingga November 2019, bencana puting beliung merupakan kejadian tertinggi dibandingkan jenis bencana lain. Tercatat, ada 1.010 kejadian puting beliung terjadi sepanjang tahun ini.

Kejadian puting beliung telah mengakibatkan korban meninggal dunia 13 jiwa, luka-luka 187 dan mengungsi 41.429. Sementara kerusakan pemukiman akibat bencana ini mengakibatkan rumah RB 1.865 unit, RS 3.134 dan RR 18.211 unit.

“Angin puting ini biasanya terjadi saat pergantian musim, dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya. Karena itu warga kami imbau untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya angin puting beliung,” kata Agus.


Editor : Donald Karouw